Pria di Kansas Mengancam Tembak Trump, Langsung Ditangkap Polisi

Jakarta, - Pihak berwenang Amerika Serikat menangkap seorang pria berusia 24 tahun di negara bagian Kansas usai diduga mengancam akan menembak Presiden AS Donald Trump di suatu acara kampanye.

Departemen Kehakiman AS pada Senin (19/10) menyatakan pria bernama Jaden Read telah ditangkap di Clearwater, Kansas, pada Sabtu akhir pekan lalu buntut komentarnya di Facebook yang berisi ancaman terhadap Trump.

Read mengomentari unggahan KAKE News yang merinci agenda kunjungan Trump ke Kansas. Trump dijadwalkan menghadiri acara kampanye untuk Senator Partai Republik Roger Marshall di Park City pada Senin.

"Ayo kita tembak Trump, di mana para penembaknya? Saya lelah hidup dengan kondisi keuangan seperti ini," tulis Read di kolom komentar.

"Saya punya peluru 308 dan 305. Saya akan bunuh pedofil satu ini," lanjutnya, seperti dikutip ABC News.

Dalam komentar terpisah, Read juga menuliskan bahwa ia berniat beraksi seorang diri untuk menembak Trump di Kansas.

"Bisakah kita menembaknya di Kansas? Saya akan melakukannya sendiri," tulis Read.

"Saya tahu di mana pidatonya akan berlangsung. Saya sudah memetakan atap-atap di sekitarnya," lanjutnya.

Pernyataan-pernyataan Read ini ditanggapi serius oleh pihak berwenang untuk mengantisipasi insiden penembakan pada Juli 2024 lalu. Ketika itu, telinga Trump tertembak peluru saat ia bicara di kampanye terbuka di Pennsylvania.

Sejauh ini tidak ada keterangan apakah ada senjata Read yang diamankan selama penangkapan tersebut. Tidak ada pula penjelasan apakah Read benar menyusun rencana untuk menembak sang presiden.