Sebut Upaya Musuh Gagal, Mojtaba Khamenei: Iran Kini Negara Adidaya

Jakarta, - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei beberapa waktu lalu menegaskan bahwa negaranya kini menjadi salah satu negara adidaya atau superpower di dunia.

Pesan Mojtaba itu disampaikan melalui kantor media negara Iran, Mehr News, dalam peringatan perang antara Iran dan Irak pada 1980-1988 dan mengenang dua tahun kematian pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah.

"Saat ini, sebagian pihak menyebut Iran sebagai negara adidaya keempat, sementara menurut `perhitungan ilahi`, Iran dipandang sebagai kekuatan nomor satu," demikian pernyataan Mojtaba yang dikutip oleh Mehr News.

Mojtaba juga menegaskan upaya musuh-musuh Iran untuk menundukkan dan mengembalikan negaranya ke masa-masa suram. Ia kemudian menegaskan upaya itu gagal.

"Masa lalu yang ingin dikembalikan oleh musuh kita itu telah berlalu dan tidak akan pernah terulang lagi," kata Mojtaba.

Dia menekankan bahwa masa depan Iran akan semakin kuat berkat pengalaman dan warisan Revolusi Islam serta Pertahanan Suci (Sacred Defense).

Pemimpin tersebut juga menyinggung ketegangan yang sedang berlangsung antara Iran dan pihak-pihak lawan di kawasan, termasuk perkembangan terkait Selat Hormuz.

Mojtaba mengatakan bahwa kekuatan yang dahulu berusaha mendominasi Iran kini terpaksa menghadapi kemampuan militer negara tersebut.

Dia juga menegaskan kapabilitas pertahanan Iran telah mengubah keseimbangan kekuatan secara mendasar dibandingkan dengan dekade-dekade sebelumnya.

Mojtaba kemudian memuji partisipasi berbagai lapisan masyarakat Iran dalam mendukung pertahanan negara dan menyatakan bahwa kaum perempuan semakin menunjukkan peran penting melalui partisipasi publik yang berani.

Dia juga menekankan bahwa berbagai kelompok sosial telah mendukung sikap sah Iran, termasuk pendirian negara tersebut terkait Selat Hormuz.