Berdasarkan pantauan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran debu vulkanik saat ini cenderung bergeser ke arah barat.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Bhakti Wira Kusumah, mengatakan berdasarkan pantauan citra satelit pada pukul 13.00 WIB, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat bagian barat daya. Sementara itu, wilayah Jakarta sudah tidak masuk dalam sebaran debu vulkanik.
"Memang sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau ini sudah mulai terus bergeser ke arah barat," kata Bhakti saat dihubungi, Senin (7/9).
Menurut Bhakti, sebaran abu vulkanik juga masih berpotensi terjadi di wilayah barat Lampung. Namun, kondisi berbeda terlihat di Jawa Tengah hingga DIY apabila mengacu pemantauan citra satelit.
"Untuk wilayah Jateng bahkan hingga DIY memang sampai saat ini belum ada terdeteksi dipengaruhi adanya debu vulkanik atau potensinya cukup sangat kecil," jelasnya .
"Sangat minim. Iya, sangat minim. Sampai saat ini dari pantauan citra satelit," sambungnya.
Meski Jakarta dan sejumlah wilayah lain sudah tidak terdeteksi berada dalam sebaran debu vulkanik, sisa partikel masih perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau memperoleh informasi mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik dari sumber resmi.
Di sisi lain, lanjut Bhakti, abu vulkanik secara teoritis juga dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca, meski dampaknya tidak terlalu kuat. Salah satunya berupa penurunan suhu akibat abu vulkanik menghalangi radiasi sinar matahari mencapai permukaan.
"Sehingga permukaan biasanya terasa lebih dingin karena memang matahari tidak bisa masuk," ucapnya.
Selain itu, partikel abu vulkanik dapat berperan sebagai inti kondensasi yang membantu proses pembentukan awan. Namun, pengaruh tersebut bergantung pada ketersediaan uap air di atmosfer.
"Jadi kalau memang uap airnya, kandungan uap airnya cukup, bisa saja terbentuk awan atau bahkan hujan. Tapi kalau tidak ya sebenarnya tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca," terang Bhakti.
Dengan kondisi sebaran yang bergerak ke arah barat dan belum terdeteksinya pengaruh abu vulkanik di Jawa Tengah hingga DIY, masyarakat di wilayah provinsi tersebut diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).