Jelang Pemilu Presiden FIFA, Dukungan ke Infantino Semakin Melemah

Jakarta, - Sebagai informasi, setelah kasus penjualan saham Piala Dunia, dukungan terhadap Gianni Infantino dalam kontestasi pemilihan presiden FIFA semakin rontok.

Situasi ini diperparah setelah Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour berpisah dengan badan sepak bola dunia setelah menyampaikan kritik terhadap rencana program Infantino dan kolega ihwal penjualan saham PIala Dunia dan turnamen lainnya.

Hengkangnya Kevin Lamour memancing perubahan sikap dari sederet petinggi FIFA, salah satunya adalah Sandor Csanyi, salah satu dari delapan wakil presiden FIFA dan anggota Dewan FIFA.

"Puncaknya adalah pemecatan tak terduga terhadap Kevin Lamour," tulis pernyataan Csanyi kepada Infantino, seperti dilaporkan Reuters.

Menurut Csanyi, Lamour adalah sosok terpercaya yang bisa diandalkan. Sehingga keputusan Lamour mundur menjadi penanda goyahnya posisi Infantino.

"Kevin sudah menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi dan standar etik sebagai pejabat kompeten, serta berkontribusi signifikan terhadap operasionan transparan dalam organisasi."

"Fakta terhadap pemecatannya dipicu oleh kritik atau yang disebut sebagai inisiatif yang bisa kita lihat sebagai kesalahpahaman, sehingga mengarah pada konsekuensi serius pada penghakiman profesional, standar etik, dan kepemimpinan," tegas Csanyi.

Runtuhnya dukungan terhadap Infantino turut disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Montenegro, Dejan Savicevic yang sekaligus menjabat sebagai anggota Dewan FIFA sejak 2017.

"Rencana pengembangan program FIFA benar-benar menghkawatirkan dan menunjukan parahnya pola komunikasi dan transparansi tak hanya untuk asosiasi anggota, tapi juga pihak internal, Dewan FIFA, dan struktur yang seharusnya jadi fondasi FIFA," tulis Savicevic yang juga merupakan legenda sepak bola Montenegro.

Kendati demikian, tak semua pihak mencabut dukungannya terhadap FIFA. Salah satunya adalah Indonesia melalui PSSI. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan sikapnya untuk satu komando dengan Gianni Infantino agar tetap jadi presiden FIFA.

Pemilihan presiden FIFA akan bergulir dalam Kongres FIFA di Rabat, Maroko pada 17 Maret 2027. Infantino jadi salah satu nama kuat dalam kandidat. Begitu juga dengan Victor Montagliani, Aleksander Ceferin, dan Lise Klaveness.