Direktur Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan, anggota polisi tersebut terluka akibat perlawanan dari sejumlah massa yang diduga merupakan loyalis gembong narkoba berinisial MR alias Bos Gendut.
MR disebut sebagai salah satu pengendali peredaran narkoba di kawasan Kampung Bahari.
“Ada perlawanan dari beberapa loyalis dari MR. Termasuk orang-orang yang bercokol di Kampung Bahari. Sehingga ada salah satu dari anggota kami, anggota Polri, yang terluka di bagian bawah mata,” kata Roy.
Meski mendapat perlawanan, petugas berhasil mengevakuasi anggota yang terluka dan mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
“Kira-kira perlawanan yang diberikan oleh rekan-rekan atau loyalis dari yang bersangkutan terhadap kami. Sehingga kami berhasil menangkap dua orang yang diamankan, termasuk juga salah satunya yang sudah kita lebih dahulu tangkap atas nama Bos G,” jelas Roy.
Dalam operasi tersebut, petugas juga menyita 98 kilogram sabu, senjata api, sejumlah emas batangan, uang tunai Rp1,2 miliar, serta aset lainnya dengan nilai mencapai Rp39,9 miliar.