Mu`ti mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam kasus tersebut. Menurut dia, Kemendikdasmen pada prinsipnya ingin sekolah menjadi ruang aman dan rumah kedua bagi siswa.
"Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak," beber Mu`ti di kompleks parlemen, Senin (10/8).
Meski begitu, Kemendikdasmen tak bisa berbuat banyak. Sebab, menurut Mu`ti, pengelolaan sekolah diserahkan ke pemerintah daerah.
Sementara, untuk proses hukum, Mu`ti mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
"Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan," jelas Mu`ti.
Polisi sebelumnya mengungkapkan ratusan senjata yang ditemukan diduga merupakan hasil impor. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membeberkan ratusan senjata itu terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm; 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm dan 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm.
Polisi juga masih mendalami soal alasan ratusan senjata tersebut diimpor, apakah untuk diperjualbelikan atau alasan lainnya.
Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra yang mengaku sebagai pemilik senjata menuturkan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan itu legal dan berizin.
"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 (senpi) itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi.
"Airsoft gun, 995 (senpi) ya. Semua ada izinnya kok gitu," lanjutnya.