Jakarta, - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sebby Sambom secara resmi menyatakan bahwa kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan dan penyerangan yang terjadi di Festival Budaya Lembah Baliem, Kampung Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sebby menyebut penyerangan dilakukan oleh kelompok TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma sebagai penolakan kemerdekaan Indonesia di Papua.
Sebby mengatakan salah satu korban penembakan merupakan anggota TNI. Pernyataan itu berbeda dengan keterangan awal polisi yang menyebut dua warga sipil menjadi korban penembakan.
"Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia dan baku tembak di Kampung Walesi hingga mengakibatkan terjadinya jatuh korban jiwa terhadap aparat militer Indonesia dan agen-agennya itu kami siap bertanggung jawab penuh," kata Sebby saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Agustus 2026.
Penembakan terjadi di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem pada pukul 12.04 hingga 13.00 WIT di sepanjang Jalan Trans Wamena hingga Kampung Walesi.
Sebby mengatakan informasi mengenai penyerangan itu diterima dari Ebarowak Gwijangge dan Paldo Nirigi yang disebut berada di medan perang di Kota Wamena.
Sebby berujar penyerangan dilakukan oleh Ebarowak Gwijangge, Paldo Nirigi, dan Batalyon 8 Albu TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma atas perintah Egianus Kogeya dan Mayor Maleo Kogeya. Dia berujar belum dapat memastikan kondisi para korban.
"Para korban kami belum bisa pastikan apakah mereka mati atau tidak," ujarnya.
Sebelumnya, polisi menyebut dua warga sipil berinisial LMO, 43 tahun, dan S, 50 tahun, menjadi korban penembakan di sekitar pintu masuk utama Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Kampung Walesi.
Polisi menyebut kedua korban berada di dalam kendaraan untuk mengantarkan makanan ke lokasi festival ketika ditembak dari arah samping kendaraan. Keduanya kemudian menjalani perawatan di RSUD Wamena.
Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Yusuf Sutejo mengatakan polisi menduga penembakan tersebut dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata atau TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya. Polisi juga mendalami dugaan keterlibatan dua orang berinisial EG dan PN.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan tiga bekas tembakan pada kendaraan korban, yakni dua titik di pintu pengemudi dan satu titik di kap mesin.
Polisi juga menemukan empat serpihan proyektil pada kendaraan serta delapan selongsong PIN kaliber 5,56 milimeter, satu jaket, dan satu proyektil GLM di sekitar lokasi.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penembakan tersebut dan mendalami identitas serta peran pihak-pihak yang diduga terlibat.