Jakarta, - Pengamat Ekonomi Senior yang juga merupakan Analis Pasa Modal, Prof Ferry Latuhihin melontarkan kritik keras kepada Menteri Keuangan (Menkeu RI) Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Ferry Latuhihin Channel, Senin (3/8/2026), Ferry bahkan secara terbuka meminta Presiden mengganti Purbaya dari jabatannya.
Menurut Ferry, pergantian Menteri Keuangan diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memulihkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.
Dalam pernyataannya, Ferry mengawali kritik dengan menyinggung polemik surat dari Direktorat Jenderal Pajak yang disebut dikirim kepada sejumlah podcaster yang pernah mengundangnya sebagai narasumber.
Surat tersebut, menurut Ferry, meminta informasi mengenai besaran honor yang diterimanya saat menjadi tamu.
Dia menyebut bukan hanya Hendri Satrio yang menerima surat tersebut, tetapi juga sejumlah nama lain seperti Renald Kasali, Akbar Faizal, hingga Helmy Yahya.
Ferry menduga langkah itu merupakan bentuk tindakan yang secara khusus menyasar dirinya karena selama ini dikenal vokal mengkritik kebijakan Menteri Keuangan.
"Saya menduga ini adalah upaya membalas kritik melalui instrumen pajak. Menurut saya, itu merupakan penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Menteri Keuangan," ujarnya.
Selain menyoroti persoalan tersebut, Ferry juga mempertanyakan kapasitas Purbaya dalam merumuskan kebijakan ekonomi.
Dia mengaku telah mengenal Purbaya sejak awal tahun 2000 ketika sama-sama berada di Danareksa Research Institute.
Berdasarkan pengalamannya, Ferry menilai Purbaya bukan sosok yang tepat memimpin kebijakan fiskal Indonesia.
Dia mencontohkan kebijakan pemindahan dana pemerintah ke bank-bank Himbara sebagai langkah yang dinilainya tidak menyelesaikan persoalan utama perekonomian.
Menurut Ferry, rendahnya penyaluran kredit bukan semata-mata disebabkan tingkat suku bunga, melainkan lemahnya prospek ekonomi sehingga dunia usaha enggan melakukan ekspansi.
"Masalahnya bukan sekadar bunga kredit, tetapi kepercayaan terhadap prospek ekonomi. Kalau prospeknya baik, pelaku usaha tetap akan berinvestasi," katanya.
Dalam video tersebut, Ferry juga menyinggung isu independensi Bank Indonesia menyusul mundurnya Perry Warjiyo.