[INTRO]
Presiden Asian Taekwondo Union (ATU) Kim Sang-jin menegaskan komitmen organisasinya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Indonesia dalam mengembangkan olahraga taekwondo di tingkat regional. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pembinaan sekaligus menginspirasi generasi muda melalui olahraga bela diri.
"Kami ingin menginspirasi generasi muda serta semakin memperkuat nilai-nilai bersama melalui olahraga seni bela diri," ujar Kim Sang-jin saat membuka 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Indoor Tennis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/8) sebagaimana dilansir Antaranews.
Kejuaraan yang berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 itu diikuti 478 taekwondoin dari 36 negara, menjadikannya salah satu ajang taekwondo terbesar di kawasan Asia tahun ini. Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan 31 atlet dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), terdiri atas 20 atlet nomor kyorugi dan 11 atlet poomsae.
Kim memberikan apresiasi kepada PBTI atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia menilai Indonesia mampu menghadirkan kompetisi bertaraf internasional yang menjadi wadah penting bagi peningkatan kualitas atlet Asia. Ia juga memastikan ATU akan terus memperkuat sinergi dengan PBTI maupun asosiasi taekwondo anggota ATU lainnya guna memperluas akses dan pengembangan olahraga tersebut di berbagai negara.
Dalam kesempatan itu, Kim berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, serta berani melampaui batas kemampuan diri selama bertanding. "Apa pun hasilnya, setiap usaha yang Anda lakukan dan setiap tantangan yang Anda lewati akan berkontribusi pada pertumbuhan taekwondo yang berkelanjutan," katanya.
Kim menegaskan keluarga besar taekwondo Asia akan terus memberikan dukungan kepada para atlet agar mampu meraih prestasi terbaik. Ia juga berharap seluruh peserta dapat menjalani kompetisi dengan aman, sehat, dan sukses, sekaligus mendoakan agar perkembangan taekwondo Indonesia terus berlanjut.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu, perwakilan KONI Pusat, serta atlet dan ofisial dari berbagai negara peserta.