Jakarta, - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia secara resmi menyatakan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan LPG subsidi tidak naik.
Pernyataan ini dia sampaikan usai bertemu Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (28/7).
Bahlil mengatakan pertemuan itu turut membahas perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung. Menurut dia, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap berada dalam kondisi aman.
"Kami juga melaporkan tentang geopolitik, peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai. Tapi kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insya Allah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG," kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Selasa (28/7).
Dia mengatakan fluktuasi harga minyak dunia masih terjadi seiring perkembangan kondisi global. Meski demikian, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun LPG subsidi tidak mengalami perubahan.
"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk di dalamnya adalah LPG subsidi," ujarnya.
Di sisi lain, Bahlil mengatakan pemerintah masih mempersiapkan pengembangan industri etanol sebelum menjalankan kebijakan campuran bioetanol yang lebih tinggi.
Dia menyebut penerapan mandatori E20, yakni bensin yang dicampur 20 persen etanol, baru akan dilakukan setelah kapasitas industri etanol dalam negeri dinilai siap.
"Sampai kita melihat kapasitas industri etanol kita. Kalau etanol kita semua sudah siap baru bisa kita melakukan mandatory E20 sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo)," kata Bahlil.
Sebelumnya, harga minyak dunia sempat melonjak hingga mendekati US$100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Namun pada perdagangan Selasa (28/7), harga minyak kembali melemah setelah muncul harapan meredanya ketegangan dan terbukanya jalur diplomasi.
Harga minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 5 persen menjadi US$91,89 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun menjadi US$84,64 per barel, setelah sempat bergerak di bawah level psikologis US$90 per barel.