Perubahan tersebut mencakup indeks-indeks acuan seperti LQ45, IDX30, dan KOMPAS100.
BEI menyatakan evaluasi dilakukan terhadap delapan indeks saham yang menjadi acuan pelaku pasar. Hasil evaluasi tersebut akan mulai berlaku efektif pada awal Agustus sesuai periode masing-masing indeks.
"Bursa Efek Indonesia pada bulan Juli 2026 telah melakukan evaluasi atas indeks sebagai berikut ini," tulis BEI dalam pengumuman, Senin (27/7).
Dalam evaluasi kali ini, sejumlah emiten BUMN yang tidak lagi masuk dalam indeks unggulan adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
Sementara dari Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk dan PT Bank BTPN Syariah Tbk juga keluar dari indeks unggulan.
Pada evaluasi LQ45, BEI mengeluarkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk dari daftar 45 saham paling likuid di Bursa. Sebagai gantinya, BEI memasukkan PT Indika Energy Tbk dan PT Nickel Industries Tbk ke dalam indeks tersebut.
Sementara itu, pada evaluasi IDX30, PT Bukit Asam Tbk menjadi satu-satunya emiten yang keluar dari indeks. Posisinya digantikan oleh PT Dewa United Tbk yang masuk sebagai konstituen baru.
Pada evaluasi KOMPAS100, BEI mengeluarkan sembilan saham, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk, PT Bank BTPN Syariah Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, dan PT MD Entertainment Tbk.
Kemudian, PT HM Sampoerna Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, serta PT Transcoal Pacific Tbk.
Sebagai penggantinya, BEI memasukkan sembilan emiten baru, yaitu PT BFI Finance Indonesia Tbk, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, PT Bakrie & Brothers Infrastruktur Tbk (BNBR), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (COIN).
Lalu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (EMAS), PT Gudang Garam Tbk, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, dan PT RMK Energy Tbk.
Secara keseluruhan, BEI melakukan evaluasi terhadap delapan indeks saham, yakni IDX80, LQ45, IDX30, KOMPAS100, BISNIS-27, MNC36, SMinfra18, dan IDXESGL.
Evaluasi tersebut mencakup evaluasi mayor maupun minor dengan periode efektif yang berbeda untuk masing-masing indeks.