Kisah Haru Korban KM Nurul Salsa: Tahan 4 Hari di Laut Pegangan Gabus

Jakarta, - Salah seorang korban selamat tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Ardita (17) menceritakan perjuangannya bertahan hidup selama empat hari terapung di tengah laut sebelum akhirnya diselamatkan kapal nelayan.

Remaja yang kini masih menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar itu mengaku hanya bisa pasrah dan terus beristighfar selama mengapung bersama empat korban lainnya di atas potongan gabus.

"Istigfar saja. Yang di atas gabus itu anak kecil terus kita yang dorong, sampai ada kapal nelayan menolong," kata Ardita, Selasa (21/7).

Ardita menceritakan, detik-detik KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar saat berlayar dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA.

Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin hingga akhirnya tenggelam di perairan sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar.

"Sudah mau tenggelam. Sudah miring. Jadi saat itu saya langsung loncat ke air dan sempat mendapatkan gabus untuk sebagai pegangan," ungkapnya.

Ardita mengaku dirinya bersama empat korban lainnya yang bertahan hidup hanya mengandalkan gabus tanpa makan dan minum selama 4 hari dengan kondisi matahari sangat terik.

"Tidak makan, (cuaca) tidak hujan. Kalau tidur pernah tapi hanya sebentar, tidak tahu berapa menit," ujarnya.

Ardita mengaku sempat beberapa kali melihat kapal nelayan melintas. Namun jaraknya terlalu jauh sehingga teriakan mereka tidak terdengar.

"Iya, kapal nelayan. Kan sebelumnya ada enam kapal ikan tapi jauh. Jadi tidak bisa melihat kita. Terus ada kapal nelayan lagi lewat dan ditolong lah kami," katanya.