Jakarta, - Dewan Pers akhirnya angkat bicara soal pernyataan Pengacara Kondang, Hotman Paris Hutapea yang dinilai mencederai hubungan profesional antara profesi advokat dan jurnalis.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan ucapan Hotman Paris dalam konferensi pers, usai mendampingi kliennya.
Yakni eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khsus (Jampidsus) Febri Diansyah, yang diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Asabri di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7).
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan, hubungan antara penegak hukum, advokat, dan wartawan harus tetap dilandasi sikap saling menghargai dalam menjalankan tugas masing-masing.
Dia menyesalkan sikap Hotman Paris yang melontarkan pernyataan "Lu punya otak enggak?" saat konferensi pers.
"Menyesalkan sikap advokat Hotman Paris yang menjawab pertanyaan wartawan dengan ungkapan yang bernada merendahkan," kata Komarudin Hidayat, dikutip Selasa (21/7).
Dia menegaskan, ketidaksetujuan atas sebuah pertanyaan dari seorang wartawan seharusnya dapat disikapi dengan beretika, bukan justru merendahkam profesi wartawan.
"Ketidaksetujuan atau ketidaksenangan atas sebuah pertanyaan oleh wartawan hendaknya ditanggapi dengan cara yang lebih rasional dan beretika," ujarnya.
Karena itu, Komarudin meminta semua pihak untuk menghormati wartawan dalam melaksanakan kerja jurnalistiknya. Sebab, kinerja wartawan secara sah diatur dan dilindungi oleh Undang-Undang.
"Seorang wartawan mengajukan pertanyaan adalah untuk menggali informasi, mendengarkan versi narasumber atas sebuah peristiwa, yang itu merupakan bagian dari proses jurnalistik yang dilindungi oleh Pasal 4 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," tegasnya.
Hotman Paris sampaikan permintaan maaf
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf, buntut ucapan dirinya yang diduga menghina profesi wartawan saat jumpa pers setelah dirinya resmi menjadi pengacara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, di Kompleks Kejagung, Jakarta, Jumat malam (17/7).
Pernyataan maaf itu disampaikan Hotman Paris setelah didesak berbagai organisasi wartawan.
"Pernyataan maaf saya, Hotman Paris. Sehubungan dengan himbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya. Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, `Lu punya otak enggak sih?`," kata Hotman Paris dalam media sosial Instagram, Senin (20/7).
Hotman menyebut, ucapannya yang beredar di media sosial hanya diambil potongan dan tidak seutuhnya.
"Namun perlu saya jelaskan yang dikutip oleh media hanya bagian akhirnya, tidak dikutip secara utuh kenapa saya mengucapkan begitu. Fakta kejadiannya adalah, wartawan pertama bertanya kepada saya, Apakah instansi terkait punya hidden agenda atau acara tersembunyi?," ucap Hotman.
"Saya jawab, `Saya tidak tahu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawab itu`. Belum selesai saya jawab, tiba-tiba wartawan kedua bertanya, Apakah instansi tersebut melakukan kekeliruan? Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak-balik (mengatakan) saya tidak tahu. Akhirnya saya jawab, `Kamu punya otak enggak sih?`," sambungnya.
Hotman menegaskan, dirinya akan menjawab pertanyaan apabila memang diketahui.
"Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu. Sebab saya tidak mungkin untuk menjawab apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum. Itu kira-kira kejadian sebenarnya," tuturnya.
Hotman menyatakan, tidak ingin memperpanjang polemik tersebut. Ia memastikan, hubungan dirinya dengan wartawan berjalan baik.
"Tapi terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama-sama emosional, tetap saya mengatakan, menyatakan maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia. Karena selama ini juga saya sangat dekat kepada semua wartawan," ucapnya.
Lebih lanjut, Hotman menekankan bahwa dirinya tidak punya niat apapun dalam melontarkan pernyataan tersebut.
"Sekali lagi, tidak ada niat apa pun. Cuma karena dibrondong dengan dua pertanyaan yang saya sudah bilang saya tidak bisa jawab karena saya tidak punya kapasitas untuk menjawab, tapi ditanya lagi ditanya lagi, sehingga saya jadi emosional," pungkasnya.