Bahlil Sebut Ada Peluang Harga Pertamax Turun Bulan Depan

Jakarta, - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, pada bulan depan apabila tren harga minyak dunia terus melemah.

Untuk membahas penyesuaian tersebut, ia mengatakan akan menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM swasta.

"Kita akan melihat (soal penurunan Pertamax bulan depan), saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," jelas Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Bahlil mengatakan pemerintah masih mencermati pergerakan Indonesian Crude Price (ICP) yang berubah-ubah dalam waktu singkat.

Karena itu, menurutnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi harus dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di sektor migas.

"Karena teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun. Enggak sampai dua hari naik lagi. Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20 persen," ujarnya.

"Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," lanjut Bahlil.

Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi pasokan BBM nasional. Ia mengatakan stok BBM saat ini berada di atas standar minimum dan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri telah dipastikan aman hingga akhir tahun.

"Saya melapor tentang kondisi BBM kita terkini, dan alhamdulillah semuanya di atas rata-rata standar minimum. Yang kedua, saya juga melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude BBM, alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insyaallah akhir tahun enggak ada masalah," jelasnya.

Selain memastikan tidak ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, Bahlil mengatakan pemerintah telah meminta Pertamina maupun badan usaha swasta mulai menyiapkan penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM apabila harga minyak dunia terus turun.

"Tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insyaallah enggak ada kenaikan sama sekali. Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," beber Bahlil.

PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya menyesuaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 setelah dilakukan evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.

Pada penyesuaian berikutnya per 1 Juli 2026, Pertamina menurunkan harga Pertamax Turbo dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter, Dexlite dari Rp23 ribu menjadi Rp19.700 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Sementara itu, harga Pertamax belum mengalam

i perubahan.