Media Israel 7 Arutz Sheva secara lugas menulis dalam judul beritanya: "Malaysia bersumpah akan segera mengusir warga Israel yang ditemukan di negara tersebut."
"Menanggapi laporan yang menuduh warga Israel yang memiliki kewarganegaraan ganda telah memasuki negara itu, (Anwar) Ibrahim memperingatkan bahwa pemegang paspor dari negara Yahudi `akan dideportasi jika tuduhan tersebut terbukti benar. Semua lembaga terkait sudah melakukan penyelidikan,`" demikian tulis media tersebut.
Media asal Israel the Jerusalem Post juga ikut menyoroti pernyataan Anwar Ibrahim yang dianggap kontroversial.
Media itu kemudian melaporkan bahwa Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak mengizinkan pemegang paspor Israel memasuki negara tersebut tanpa persetujuan khusus dari pemerintah.
"Pihak berwenang mengakui bahwa orang-orang dengan kewarganegaraan ganda, dalam beberapa kasus, dapat masuk menggunakan paspor yang dikeluarkan oleh negara lain," tulis the Jerusalem Post.
"Anwar mengatakan pemerintah tidak akan berkompromi baik mengenai keamanan nasional maupun posisi politiknya terhadap Israel. Perdana menteri telah mempertahankan sikap pro-Palestina dan membuka hubungan dengan Hamas menyusul meningkatnya konflik di Gaza."
YNet juga memberitakan kontroversi pernyataan Anwar Ibrahim. Media itu menulis bahwa sang PM tetap pada kebijakan Malaysia yang tidak memiliki hubungan diplomasi dengan Israel.
"Skandal ini bermula setelah unggahan di media sosial tentang proyek teknologi bersama bernama `Network School,` sebuah inisiatif tempat tinggal dan bekerja bersama yang didirikan oleh mantan eksekutif senior di perusahaan mata uang kripto Coinbase. Proyek ini beroperasi di wilayah Forest City di negara bagian Johor di Malaysia selatan," tulis YNet.
"Klaim menyebar di media sosial bahwa beberapa peserta proyek tersebut adalah warga negara Israel dengan kewarganegaraan ganda yang memasuki negara itu menggunakan paspor non-Israel."
YNet kemudian menyoroti pernyataan Anwar Ibrahim yang langsung bereaksi atas kabar tersebut.
Dalam pernyataan kepada wartawan pada Rabu (15/7), Anwar menyampaikan pemerintah Malaysia tidak akan berkompromi dan akan mendeportasi warga negara Israel yang terdeteksi memasuki Malaysia.
Dia juga menegaskan posisi Malaysia yang tidak pernah mengakui Israel.
"Kami sedang menyelidiki. kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir (dari Malaysia) karena kami tidak mengakui (negara) mereka," kata Anwar, seperti dikutip Bernama.
Anwar bicara tentang penyelidikan terkait dugaan bahwa warga Israel terdeteksi memasuki Malaysia dengan dua dokumen kewarganegaraan. Aksi itu terdeteksi di negarabagian Johor.