"Dugaannya seperti itu (ada luka tembak)," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo dikutip dari detik.com.
Dia menerangkan korban diduga bos sebuah perusahaan yang datang ke hotel untuk menginap.
"Dia pejabat di perusahaan," ungkapnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara kepolisian, diduga korban mengakhiri hidup karena persoalan pribadi dengan pasangannya.
"Dugaannya kan sedang ada masalah sama istri. Jadi ada masalah pribadi dia. Dugaannya masalah pribadi dengan istri. Ada salah sama istri gitu," ujar Joko.
Dari penyelidikan, Joko menyebut korban datang ke hotel untuk menginap. Korban ditemani sopirnya menuju hotel.
Korban pun sempat mengirim pesan kepada anak dan istrinya. Pesan itu merupakan permintaan maaf korban.
"Terkait urusan rumah tangga, hubungan suami istri. Sempat minta maaf. Kemudian kan WA," jelasnya.
Istri korban, kata Joko, sempat merasa curiga dengan pesan permintaan maaf yang dikirim suaminya itu.
"Istri kan curiga. Terus (sopir) dapat telepon dari keluarga suruh ngecek, terus dicek kan gitu," beber Joko.
Saat mengecek, sopir menemukan jasad WH sudah tak bernyawa.
Di sisi lain, Joko menyebut, dari hasil pemeriksaan, sebenarnya WH dan istrinya sedang dalam upaya memperbaiki hubungan.
"Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki gitu loh. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," imbuhnya.