"Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta melakukan penetapan tersangka terhadap Saudara JND selaku Direktur PT CV Asaykhana sekaligus pengendali dari CV Nalisa Destia, CV Mila Kirana, CV Raflindo Pratama, PT Atrindo Prima Persada, CV Nursa Lima, CV Zafran Karya Utama CV Azio Osaka dan CV Ardian Permata Indah," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Dapot Dariarma, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Tersangka langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara kelas I Cipinang. Dapot mengatakan Junaedi secara bersama-sama diduga melakukan rekayasa proyek fiktif di Sekretariat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU hingga merugikan keuangan negara lebih dari Rp 16 miliar.
"Secara bersama-sama dengan tersangka lainnya melakukan rekayasa proyek fiktif pada Sekretariat Jenderal Cipta Karya Periode 2023 dan 2024 dengan kerugian negara setidaknya lebih dari Rp 16 miliar," jelasnya.
Dapot mengatakan pengusutan dan pengembangan akan terus dilakukan. Jaksa tak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka baru dalam kasus ini.
"Saat ini penyidik terus melaksanakan pengembangan penyidikan, dengan melakukan pemeriksaan saksi, ahli keuangan negara, dan tersangka serta melakukan pelacakan dan penyitaan aset guna menambah jumlah pemulihan kerugian keuangan negara," ujarnya.