Kritik Pikiran Qodari soal MBG Tak Bisa Disetop, BEM UI: Salah Total!

Jakarta, - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akhirnya buka suara menjawab omongan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M Qodari yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa dihentikan.

Koordinator Bidang Sospol BEM UI Hafidz Haernanda mengkritisi alasan Qodari yang menyebut tidak ada alasan bagi pemerintah menghentikan MBG. Dia menyoroti dua argumen Qodari terkait hal tersebut.

"Pertama, janji politik. Kedua, karena MBG itu sudah ada yang menikmati," kata Hafidz dalam acara Head to Head with Elvira di CNN Indonesia TV, Rabu (17/6) malam.

Dari aspek janji politik, Hafidz mengatakan Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi.

Dengan begitu, dia melempar balik pertanyaan ke Qodari, mana yang lebih kuat apakah suara rakyat atau janji politik Prabowo saat dia menjadi kandidat capres.

Lalu, aspek kedua, ihwal MBG yang disebut telah dinikmati banyak penerima manfaat. Hafidz menyebut MBG merupakan program populis, sehingga sudah pasti banyak yang akan menikmatinya.

"Logikanya adalah, apakah betul sebuah kebijakan yang quote-on-quote sudah ada yang menikmati itu tidak boleh dihentikan, jelas itu salah total," ujar dia.

Dia pun menegaskan jangan sampai MBG dan Koperasi Desa Merah Putih malah membuat hak-hak dasar warga negara yang lainnya malah diambil.

Sebelumnya, Qodari menyatakan tidak ada ruang negosiasi untuk menghentikan program MBG.

Dia menilai MBG adalah kontrak politik Presiden RI Prabowo Subianto selama kampanye dan sebelum terpilih menjadi presiden lewat Pemilu 2024 lalu.

Qodari membagi ketidaksetujuan sejumlah pihak terhadap program MBG dalam dua kategori, yakni politik dan teknokratis.

Dalam kategori politik, dia menegaskan tidak ada ruang untuk menghentikan program MBG.

Dia mengingatkan agar pihak yang menolak MBG tidak melihat dirinya sendiri, namun 90 juta masyarakat lain yang membutuhkan dan memilih Prabowo.

Oleh karenanya, Qodari pun menyebut MBG merupakan janji yang harus dipenuhi.

"Pada titik itu saya mau kasih konteks, bahwa yang namanya MBG enggak bisa Anda langsung minta berhenti. Karena itu adalah visi misi dan kontrak politiknya Pak Prabowo," ujar Qodari dalam wawancaranya di program Inside Story With Diana Valencia di CNNIndonesia TV, Selasa (16/6).

MBG dan Koperasi Desa Merah Putih diketahui menjadi salah satu program andalan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sesuai janji politik saat Pilpres2024 lalu.

Selain itu salah satu program andalan lainnya adalah di bidang pendidikan yakni Sekolah Rakyat hingga Sekolah Garuda.