Begini Ancaman Terbaru Donald Trump untuk Iran

Jakarta, - Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan memberi ancaman kepada Iran tentang serangan nuklir yang akan dilakukan. 

Dilansir dari Raw Story, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah negosiasi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan menemui jalan buntu. 

Di tengah situasi tersebut, Donald Trump beberapa kali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran, termasuk ancaman bahwa “seluruh peradaban” Iran bisa “musnah” dan negara itu akan “meledak” jika konflik terus berlanjut. 

Namun, berbagai ancaman tersebut dinilai sejumlah pengamat justru memicu kemarahan dan meningkatkan semangat perlawanan di Iran, alih-alih menimbulkan efek gentar. 

Meski pemerintahan Trump masih menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku, kedua negara dilaporkan kembali terlibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. 

Pada Kamis, Amerika Serikat melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi “pertahanan diri” terhadap fasilitas militer yang dituding terlibat dalam upaya penyerangan terhadap tiga kapal Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan menyebut aksi terhadap kapal AS sebagai balasan atas pemboman kapal tanker minyak Iran sehari sebelumnya. 

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump mengatakan bahwa jika gencatan senjata benar-benar berakhir, maka dampaknya akan langsung terlihat. Ia memperingatkan Iran untuk segera menyepakati perjanjian damai atau menghadapi konsekuensi besar. 

Pernyataan tersebut memicu kritik luas dari berbagai pihak. Sejumlah pengamat menilai ucapan Trump dapat ditafsirkan sebagai ancaman penggunaan kekuatan destruktif berskala besar, termasuk terhadap infrastruktur sipil, yang berpotensi melanggar hukum internasional dan memicu tudingan kejahatan perang. 

Pemimpin redaksi Responsible Statecraft, Kelley Beaucar Vlahos, menyoroti ironi dari situasi tersebut. Menurutnya, konflik yang awalnya diklaim bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir justru kini dibayangi retorika yang dianggap bernuansa ancaman nuklir. 

Sementara itu, National Iranian American Council (NIAC) mengecam keras pernyataan Trump. Organisasi tersebut menyebut ancaman untuk menghancurkan Iran sebagai sesuatu yang sangat berbahaya dan tidak boleh dianggap normal, mengingat dampaknya dapat mengancam jutaan warga sipil. NIAC juga mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Trump dalam mengambil keputusan yang berpotensi memengaruhi keselamatan banyak orang. 

Mereka juga mendesak para pemimpin politik dan militer AS untuk menanggapi ancaman tersebut secara serius dan memastikan tidak ada tindakan yang melanggar hukum internasional. 

Sebelumnya, pernyataan Trump terkait ancaman terhadap Iran juga sempat menuai kritik luas di dalam negeri Amerika Serikat. Bahkan, sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat pernah menyerukan agar kabinet mempertimbangkan langkah konstitusional untuk mengevaluasi kepemimpinannya.