"Kemarin, IDF menyerang di daerah Beirut dan menewaskan Ali Yusuf Harshi, sekretaris pribadi dan keponakan dari Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem," jelas pernyataan militer Israel, dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Kamis (9/4/2026).
Harshi adalah "rekan dekat dan penasihat pribadi Qassem dan memainkan peran sentral dalam mengelola dan mengamankan kantornya," tambahnya.
Militer Israel juga mengatakan bahwa mereka menyerang "dua penyeberangan utama yang digunakan oleh Hizbullah untuk memindahkan senjata ke selatan Sungai Litani, bersama dengan 10 lokasi penyimpanan senjata, peluncur, dan pusat komando di Lebanon selatan."
Pada hari Rabu, Israel melakukan serangan di negara tetangga Lebanon, termasuk di pusat Beirut yang padat penduduk. Ini merupakan serangan terbesar Israel sejak kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, bergabung dalam perang pada awal Maret lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup kelompok Hizbullah di Lebanon.
IDF menyebut gempuran terkini ke Lebanon pada hari Rabu itu sebagai gelombang serangan udara terbesar ke negara itu. IDF mengklaim telah menyerang lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah dalam waktu 10 menit.