Jakarta, - Pengamat Intelijen dan Geopolitik, Amir Hamzah menyatakan bahwa dalam fase awal pemerintahan, kompromi politik memang tidak terhindarkan.
Namun kata dia, saat memasuki fase konsolidasi kekuasaan, seorang presiden umumnya akan melakukan “penyisiran” untuk memastikan seluruh pembantunya berada dalam satu garis komando.
Menurut Amir, salah satu nama pembantu Presiden Prabowo Subianto yang layak direshuffle adalah Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Di mata Amir, Raja Juli merupakan figur yang memiliki loyalitas politik yang tidak sepenuhnya solid kepada Presiden Prabowo.
“Raja Juli Antoni kemungkinan masuk dalam daftar evaluasi serius. Selama ini terlihat ada pembagian loyalitas, antara kedekatan dengan Prabowo dan relasi politik sebelumnya dengan Jokowi (Joko Widodo),” kata Amir.
Dalam kacamata intelijen politik, posisi seperti ini dianggap rawan. Menteri dengan loyalitas ganda berpotensi menjadi titik lemah dalam implementasi kebijakan.
"Terutama pada sektor strategis seperti kehutanan yang berkaitan dengan investasi, sumber daya alam, dan kepentingan global," kata Amir.