Dokter Intern Wafat Kena Campak, Kemenkes Minta Faskes Siap Siaga

[INTRO]

Wabah penyakit campak mulai terjadi di Indonesia. Seorang dokter internship di Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia karena suspek campak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta fasilitas kesehatan seluruh Indonesia siap siaga.

Adapun instruksi ini tertera dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, mengatakan, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu memperkuat langkah-langkah pencegahan.

Antisipasi yang sudah dilakukan antara lain dengan melakukan skrining dan triase dini, menyiapkan ruang isolasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta memperkuat sistem pengendalian infeksi.

Selain itu, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol pencegahan infeksi, serta segera melaporkan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.

“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar Andi Saguni di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Kemenkes menginstruksikan, seluruh kasus suspek campak harus dilaporkan dalam waktu maksimal 24 jam melalui sistem surveilans yang telah ditetapkan.

Nakes Sangat Rentan Tertular 

Melalui edaran ini, penularan campak bisa ditekan, sekaligus melindungi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan. Andi mengatakan, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang rentan tertular karena intensitas kontak dengan pasien.

“Tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar dia.

Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

 

Tags: nakes | campak | kemenkes |