Isu harga tiket pesawat yang fantastis kembali menghebohkan media sosial. Kali ini, sebuah unggahan dari tangkapan layar yang menampilkan harga tiket penerbangan Garuda Indonesia mencapai Rp 200 juta viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Sebuah utas yang diunggah pengguna Threads dengan akun @sel.mon menunjukkan tangkapan layar yang menampilkan harga tiket pesawat rute Palangkaraya menuju Jakarta menyentuh angka fantastis mencapai Rp 202.426.239.
Banyak pengguna media sosial mempertanyakan kewajaran harga tersebut, bahkan tak sedikit yang menyindir mahalnya biaya penerbangan domestik tersebut.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat. Sejumlah warganet mengaku terkejut dengan nominal yang dinilai tidak masuk akal untuk rute domestik, sementara lainnya menduga adanya kesalahan sistem atau praktik penjualan yang tidak wajar.
Narasi yang berkembang pun semakin liar, seiring minimnya informasi awal terkait validitas tangkapan layar tersebut.
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa maskapai tidak pernah mempublikasikan maupun menjual tiket dengan harga setinggi itu.
Menurut Reza, tangkapan layar yang beredar diduga berasal dari online travel agent (OTA) luar negeri yang tidak bertanggung jawab dan bukan merupakan mitra resmi Garuda Indonesia. Pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan sumber penyebaran informasi tersebut.
"Saat ini kami sedang menelusuri screenshot-nya, karena itu OTA-nya bukan partner kita dan harga itu tidak pernah ada. Kami tidak pernah publish harga tersebut," jelas Reza dalam sebuah konferensi pers bersama Kemenhub dan Kemenpar, Selasa (17/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pihak maskapai akan terus melakukan mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, termasuk mendorong kedisiplinan para mitra distribusi tiket agar tidak merugikan industri penerbangan maupun konsumen.
"Palangkaraya-Jakarta harganya Rp 200 juta, itu sangat tidak make sense. Kami meminta rekan-rekan OTA agar harga dari kami tidak dierosi, terutama oleh pihak yang bukan mitra resmi," bebernya.
Garuda Indonesia juga mengklaim tetap memberikan berbagai penawaran menarik bagi penumpang. Salah satunya adalah diskon tiket hingga 40-50 persen untuk sejumlah rute tertentu guna menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, dinamika global turut memengaruhi pergerakan penumpang. Situasi di kawasan Timur Tengah yang belum stabil membuat sejumlah penerbangan ke wilayah tersebut dibatasi. Hal ini berdampak pada pergeseran minat wisatawan ke destinasi lain, termasuk Indonesia.
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Garuda Indonesia menambah penerbangan ekstra (extra flight) rute Jakarta-Amsterdam pulang-pergi. Maskapai juga memastikan kesetaraan harga untuk rute lanjutan domestik.
"Kami memberi diskon untuk tiket penerbangan domestik sektornya, jadi kalau terbang dari Amsterdam ke Jakarta, itu harganya sama ketika mau terbang Amsterdam ke Bali atau Amsterdam ke Manado. Begitu juga sebaliknya, harganya sama dari Bali ke Amsterdam atau Surabaya ke Amsterdam," kata Reza.
Garuda Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan dalam KM 106 Tahun 2019 dan KM 43 Tahun 2026 terkait tarif dan komponen biaya tambahan (fuel surcharge).
Lebih lanjut, Reza menekankan bahwa momen arus mudik dan arus balik Lebaran memang menjadi periode puncak (peak season) bagi industri penerbangan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk datang lebih awal ke bandara guna menghindari risiko seperti keterlambatan check-in, antrean panjang, hingga potensi tertinggal pesawat.
"Kami mengimbau agar penumpang dapat datang lebih awal ke bandara, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ketinggalan pesawat dan lainnya," kata Reza.