"Saya secara pribadi dan selaku pimpinan dari institusi Polri, memohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas anak-anak kami dalam menjaga stabilitas Kamtibmas di lapangan, mungkin sering terjadi gesekan yang kemudian bisa menimbulkan korban di kedua belah pihak," beber Jenderal Sigit di Auditorium Mutiara STIK/PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Kapolri menyatakan bahwa bentrokan atau jatuhnya korban bukanlah tujuan dari Polri. "Namun yakinlah bahwa ini bukan tujuan yang kami cari," jelasnya.
Jenderal Sigit mengaku menyadari institusi yang dipimpinnya belum sempurna dan masih memerlukan banyak pembenahan. Oleh karena, dia meminta masyarakat untuk ikut menjaga demokrasi tetap berjalan dengan baik, tertib, dan aman.
"Kami menyadari bahwa Polri masih belum sempurna. Oleh karena itu, kami mohon maaf, kami titip diri apabila di dalam pelaksanaan tugas kami masih terdapat kekurangan, termasuk ada tindakan dari individu-individu ataupun oknum-oknum yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, yang tentunya kemudian mencederai rasa keadilan publik," lanjut dia.