"Untuk barang bukti ada uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing, dan juga logam mulia. Untuk uang senilai miliaran rupiah. Kemudian, logam mulia itu ada mungkin sekitar 3 kilogram emas," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/2).
Budi juga mengatakan OTT tersebut terkait dengan barang impor yang masuk ke Indonesia, namun ia belum merincinya.
"Ya terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia begitu ya. Nanti detailnya barang itu apa saja nanti kami akan update," bebernya.
KPK melakukan OTT di Jakarta terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tim KPK disebut tengah memeriksa sejumlah pejabat Bea Cukai.
"Ya benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi mengenai OTT di Ditjen Bea dan Cukai, Rabu (4/2).
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Ditjen Bea dan Cukai Budi Prasetyo membenarkan adanya pemeriksaan pihak internal yang dilakukan KPK hari ini.
"Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan oleh Tim KPK terhadap pejabat BC," jelas Budi saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Rabu (4/2).
Ini merupakan OTT kedua yang dilakukan KPK pada hari ini setelah menangkap tangan pimpinan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.