Komnas HAM Investigasi Kematian Irene Sokoy

Jakarta, - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI tengah menyelidiki kematian Irene Sokoy beserta bayi dalam kandungannya setelah empat rumah sakit di Jayapura menolak memberikan pelayanan pada 17 November 2025.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Saurlin Siagian, di Jayapura pada Jumat, menyampaikan bahwa pihaknya secara serius menelusuri kejadian tersebut dan menempatkannya sebagai prioritas untuk segera diselesaikan karena berkaitan dengan masa depan generasi bangsa.

“Hal ini menyangkut masa depan anak, sehingga sudah sewajarnya seorang ibu hamil mendapatkan perlakuan khusus dan layanan yang memadai,” ujarnya, sebagaimana melansir Antara, Sabtu (29/12025).

Siagian menilai bahwa peristiwa ini merupakan bentuk pengabaian terhadap ibu hamil yang berujung pada kematian ibu serta bayi yang berujung pada kematian ibu serta bayi yang dikandungnya.

“Itu sebabnya kami mengecam keras insiden ini karena dalam perspektif HAM, tindakan tersebut merupakan bentuk kelalaian,” katanya.

Ketua Penegakan dan Pemajuan HAM Komnas HAM Perwakilan Papua, Melchior Weruin, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya berencana meminta keterangan dari RS Yowari hari ini, namun pada waktu yang sama Kepolisian Daerah (Polda) Papua masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak rumah sakit.

“Karena itu, baru besok pagi kami akan meminta keterangan dari RS Yowari dan kemudian dilanjutkan ke RS Abepura,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa ini telah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto sehingga Komnas HAM segera melakukan penyelidikan agar dapat secepatnya menyampaikan rekomendasi kepada publik mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas kasus tersebut.