Arsjad: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, Tapi Membangun Ekonomi Umat

Jakarta, - Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI), Arsjad Rasjid menyatakan bahwa masjid bukan sebatas tempat ibadah.

Masjid kata dia juga bisa menjadi pusat pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Arsjad mengatakan, masjid memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi umat dan memperkuat fondasi kemanusiaan. Oleh karena itu, perlu bagi umat islam menyejahterahkan masjid.

‎“Masjid bukan hanya tempat berdoa tapi rumah produktivitas. Tempat di mana iman diterjemahkan menjadi karya dan kesejahteraan,” ujar Arsjad dalam ‎Forum Sant’Egidio di Roma dikutip Jumat (31/10).

‎Arsjad memaparkan inisiatif Rumah Wirausaha Masjid yang dikembangkan DMI untuk menjadikan masjid sebagai pusat pelatihan kewirausahaan, keterampilan digital dan penguatan UMKM, terutama bagi perempuan dan generasi muda.

“Ketika orang menemukan martabat dan tujuan dalam pekerjaannya, mereka juga menemukan kedamaian dan harapan dalam hidupnya,” imbuhnya.

Dia menuturkan, inisiatif berbasis masjid ini adalah bentuk nyata dari human economy, ekonomi yang tumbuh dari nilai spiritual, gotong royong dan empati sosial. Saat ini terdapat sekitar 800 ribu masjid di Indonesia. Masjid-masjid ini dinilai memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem ekonomi yang adil dan inklusif.

‎“Melalui ekonomi umat, kita bisa menciptakan kesejahteraan yang berakar dari nilai iman dan kebersamaan,” tegasnya.

‎Arsjad menambahkan, keberhasilan model ini sejalan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila Economy yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan dan keadilan sosial.