Menanti Konklaf

- Pemimpin umat Katolik dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, Italia, Sabtu (26/4/2025) waktu setempat. Sesuai tradisi, Vatikan akan menggelar konklaf (conclave) umtuk memilih Paus yang baru. Bagaimana mekanisme dan tatacara konklaf?

Setelah Paus Fransiskus dimakamkan, Vatikan akan menggelar konklaf atau pertemuan tertutup untuk memilih Paus berikutnya. Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan, konklaf akan digelar 15 hari setelah Paus Fransiskus meninggal. Pemilihan Paus kemungkinan bakal dilakukan pada Selasa (6/5/2025), namun tanggal pelaksanaan bisa berubah sesuai keputusan kardinal.

Suharyo menjelaskan, ia akan bertolak ke Vatikan pada Minggu (4/5/2025) untuk menghadiri konklaf. “Tapi, nanti pasti akan diputuskan oleh Bapak Kardinal. Apakah 6 Mei langsung mulai atau masih butuh persiapan,” ujar Suharyo di Gereja Katedral, Jakarta, sebagaimana dilansir Kompas.com, Kamis (24/4/2025).

Paus Fransiskus meninggal setelah mengalami stroke dan gagal jantung di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, Senin (21/4/2025). Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio tersebut mengembuskan napas terakhirnya di usia 88 tahun setelah memimpin Vatikan selama 12 tahun sejak 2013.

Suhartoyo menambahkan, beberapa kardinal sudah tiba di Vatikan dan menggelar rapat setiap hari pukul 09.00 untuk mempersiapkan konklaf. Namun, Suharyo tidak mengetahui secara persis isi pertemuan yang dihadiri kardinal. "Tetapi, bisa dibayangkan yang mereka diskusikan adalah bagaimana gereja dapat terus menjadi gereja yang memperbaharui diri dan nanti pembaruan itu wujudnya yang seperti apa, pasti di sekitar itu,” katanya.

Pernyataan Suharyo soal tanggal pelaksanaan konklaf sesuai dengan laporan media asal AS, Today, Jumat (25/4/2025) yang menyebutkan, pemilihan Paus akan digelar pada Selasa (6/5/2025). Today menuliskan bahwa tanggal konklaf tersebut sesuai dengan tradisi Vatikan yang menggelar pemilihan Paus setelah periode "Novemdiales", bahasa Latin untuk sembilan hari. Novemdiales adalah periode khusus untuk berkabung bagi setiap Paus setelah meninggal.

Namun, Today juga melaporkan bahwa konklaf Paus mungkin saja digelar pada Minggu (11/5/2025). “Sidang konklaf akan diadakan untuk memilih Paus baru 15 hingga 20 hari setelah wafatnya Paus Fransiskus. Sesuai dengan aturan, sidang konklaf diperkirakan akan diadakan antara tanggal 6 Mei dan 11 Mei,” tulis Today dalam pemberitaannya.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 252 kardinal di seluruh dunia. Kardinal merupakan posisi senior bagi imam dalam gereja Katolik. Mereka yang menduduki posisi kardinal diangkat oleh Paus dan sebagian di antaranya mendapat tanggung jawab tambahan sebagai camerlengo (Kepala Rumah Tangga Vatikan) maupun uskup.

Nah, dari 252 kardinal tersebut, hanya 135 orang yang memiliki hak suara untuk memilih Paus yang baru. Kardinal yang mempunyai hak suara dalam konklaf disebut sebagai kardinal elektor. Namun, hanya kardinal berusia 80 tahun ke bawah yang dapat memilih Paus. Jika kardinal berusia di atas 80 tahun, mereka tidak diperkenankan mengikuti konklaf.

Mekanisme pemilihan Paus dilakukan dengan pemungutan suara. Agenda tersebut bakal digelar di Kapel Sistina, Vatikan dan berlangsung secara tertutup. Para kardinal yang menjadi peserta konklaf akan dikunci di Kapel Sistina sampai pemungutan suara selesai digelar. Lamanya pemungutan suara untuk memilih Paus yang baru tidak bisa ditentukan.

Konklaf tidak akan berakhir hingga pemilihan Paus selesai yang artinya kardinal bisa mengikuti agenda pemilihan lebih dari satu hari. Berkaca dari konklaf pada 2013, Jorge Mario Bergoglio dinyatakan sebagai Paus terpilih setelah para kardinal menggelar pemungutan suara dua hari setelah konklaf dimulai. Sementara Joseph Ratzinger (Paus Benediktus XVI) terpilih sebagai pemimpin umat Katolik dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan yang baru dalam konklaf yang digelar selama dua hari

Umat Katolik dapat mengetahui apakah konklaf sudah selesai setelah keluar asap putih dari cerobong asap di Kapel Sistina. Asap putih berasal dari surat suara yang dibakar di dalam tungku khusus. Jika Paus yang baru belum terpilih, cerobong asap di Kapel Sistina akan mengeluarkan asap berwarna hitam. Asap tersebut berasal dari pembakaran antrasena, kalium perklorat, dan sulfur.