-
Pada Grup C putaran ketiga Kualifikas Piala Dunia 2026 Khususnya Australia akan menjamu Timnas Indonesia di Negaranya. Penantian untuk mere beut Sebuah tiket untuk langsung lolos ke panggung impian World Cup 2026 Sebuah topeng yang dikenakan oleh Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikas Piala Dunia 2026, menyembunyikan jati diri dan mengelabui tim-tim di Grup C.
Khususnya Australia akan menjamu Timnas Indonesia di Grup C putaran ketiga Kualifikas Piala Dunia 2026, yang digelar di Sydney Football Stadium, pada Kamis, 20 Maret 2025 pukul 16.10 WIB.
Sebuah Timnas Indonesia yang berkamuflase adalah kalimat yang dapat menggambarkan bagaimana skuad garuda menunjukkan wajah palsunya di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tampak berlebihan memang, namun bila perhatikan bagaimana pada awalnya Timnas Indonesia ini sungguh jadi tim yang dianggap paling enteng dikalahkan di Grup C putaran ketiga Piala Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bayangkan saja Timnas Indonesia memulai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 20026 dengan menempati ranking 134 FIFA.
Dengan ranking itu Timnas Indonesia harus bertempur melawan tim besar seperti Jepang yang yang berada diperingkat 17, dan Australia di posisi 23 ranking FIFA.
Jarak yang terpaut sangat jauh bagi tim lain, Timnas Indonesia itu terlihat seperti tim yang syukur-syukur bisa lolos ke putaran ketiga dan nantinya akan dibantai oleh peserta di grup C.
Sialnya Timnas Indonesia sungguh sulit untuk diprediksi sebuah tim yang dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain.
Namun dari dalam Timnas Indonesia sungguh punya mimpi gila untuk menembus impian Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia bahkan seperti tak peduli bagaimana pandangan tim lain, maka jangan heran pidato Jay Idzes seperto membawa pesan yang begitu mendalam.
Biarkan dunia merendahkan, biarkan tak ada yang memandang Timnas Indonesia akan berhasil menembus Piala Dunia 2026.
Keyakinan ini hingga menjadi kenyataan jelas terlihat jika Timnas Indonesia ingin jadi negara pertama yang dengan ranking seratusan FIFA, namun mampu tembus ke Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia ini jelas sedang berkamuflase agar seolah-olah terlihat lemah, namun saat negara-negara lain mencoba menganalisis, maka terekam dampak negaranya akan jadi korban dari sebuah tim yang sedang berkamuflase.
Sebut saja Arab Saudi sudah menjadi korban pertama Timnas Indonesia, bahkan sampai menumbalkan pelatih sekaliber Roberto Mancini dan Australia juga menjadi korban selanjutnya dengan mengganti pelatih mereka.
Bayangkan saja mau mencari di mana ada timnas yang ranking FIFA hanya 3 digit, tapi punya market value gila-gilaan yaitu hampir mencapai setengah triliun.
Angka value timnas Indonesia ini berkali-kali lipat di atas Bahrain dan China yang masing-masing memiliki market value hanya 158 miliar dan 14 miliar.
Hal ini yang membuat tim-tim dari negara lain semakin yakin, jika Timnas Indonesia sedang berkamuflase, apalagi kalau bukan soal karier dari para pemainnya.
Bayangkan saja betapa terkejutnya mereka saat pertama kali mencari tahu jika ternyata kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes merupakan pemain yang bermain di Seri A.
Walaupun ada beberapa komentar yang sedikit membuat kita tertawa, kemudian ada Mess Hilges, pemain muda yang bermain untuk tim papan atas Liga Belanda, FC Utrecht.
Pemain ini punya market value sangat tinggi yakni Rp 6 miliar atau bahasa kasarnya seorang diri saja harga pasarnya bahkan setara dengan seluruh pemain di Timnas Bahrain.
Juga ada Calvin Verdonk, seorang full back kiri yang menjadi andalan dari tim kuat Liga Belanda yaitu NEC Nijmegen.
Paling membuat panik tentu saja saat mereka mencoba mencari tahu tentang seorang pemain Timnas Indonesia bernama Kevin Diks.
Mungkin yang ada di benak tim negara lain saat itu adalah Timnas Indonesia macam apa ini, Ranking 127 FIFA, namun ada pemainnya yang bermain di Bundesliga yaitu bermain untuk tim Borussia Monchengladbach
Sungguh fakta-fakta ini sangat sulit untuk di dicerna,Selain itu yang membuat Timnas Indonesia semakin sempurna dengan kamuflasenya tentu saja ada si pemikir di belakang layar yang siap meramu dan menemukan cara terbaik untuk meloloskan Timnas Indonesia dari grup C, yaitu Alex Pastor.
Alex Pastor seorang pelatih juga yang kejeniusan taktiknya sudah sangat dikenal di Belanda sana.
Timnas Indonesia juga akan ketambahan pemain seperti Ole Romeny.
Ada perubahan signifikan yang terjadi dalam pemberitaan Timnas belakangan ini, jika dulu yang membahas skuad garuda hanyalah media-media ASEAN, dan sesekali mencari keburukan dari Timnas Indonesia
Namun saat ini media luar seperti berebut memberitakan tentang Timnas Indonesia mulai dari ESPN, media 433 bahkan pakar ransfer Fabrizio Romano pun menjadikan berita skuad garuda sebagai berita eksklusif dilaman medianya.
Seklian itu influencer dunia pun ramai-ramai memberitakan Timnas Indonesia, sudah tak menghitung lagi berapa banyak dari mereka yang mengambil momen bersama skuad garuda.
Segala macam hal positif yang terjadi di Timnas Indonesia semakin optimis akan ada sejarah yang terjadi di World Cup 2026.
Memang Timnas Indonesia ambisius dengan impiannya, namun bukan tim ambisius yang menghalalkan segala cara tak pernah kita saksikan tim ini guling-guling saat unggul.
Apalagi sampai menyogok pengadil, jujur melihat gebrakan Timnas Indonesia tampaknya bukan lagi mengincar posisi tiga ataupun empat melainkan posisi runner up.
Sebuah tiket untuk langsung lolos ke panggung impian World Cup 2026, dan vibe negara ini pun sudah terasa seperti vibe-nya Piala Dunia.
Jika dulu kita hanya menyaksikan Timnas Indonesia bermain di jam 18.00 malam ataupun sore, namun sekarang waktu menyaksikan Timnas Indonesia yang bermain away rasanya seperti menyaksikan laga UCL ataupun World Cup.
Dapatkah Timnas Indonesia membuat sejarah yang akan mencengangkan dunia yaitu negara pertama dengan peringkat seratusan FIFA yang mampu tembus ke Piala dunia 2026. Liputan dari disway.id