Jakarta, - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji menyatakan bahwa Peristiwa Kebakaran di gedung Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat diduga akibat korsleting listrik.
"Dugaan penyebab korsleting listrik," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (29/9) dikutip dari Antara.
Tim pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api agar tidak merambat ke bagian lainnya. Personel gabungan sebanyak 95 personel dan 19 unit pemadam kebakaran telah dikerahkan.
Personel tersebut terdiri atas unit pemadam kebakaran, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI), Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), PLN, dan personel Dinas Sosial serta pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.
Laporan kebakaran diterima pemadam pukul 06.25 WIB, sementara operasi pemadaman dilakukan pukul 06.27 WIB. Sejauh ini, personel masih mendata jumlah kerugian dan korban akibat kebakaran.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Bakamla, Gugun Saeful Rachman mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mencari penyebab terjadinya kebakaran di gedung perkantorannya.
"Dugaan (penyebab) masih kita selidiki," kata Gugun saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (29/9).
Saat ini proses pemadaman juga masih dilakukan oleh tim pemadam kebakaran yang berada di lokasi.
"Masih dilakukan (proses) pemadaman," imbuhnya kemudian.
Dokumen Penting Bakamla Berhasil Diamankan
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo P. Condro mengatakan dokumen-dokumen penting milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang berada di gedung terdampak kebakaran berhasil diamankan.
"Untuk dokumen penting barang penting semua sudah diamankan. Sehingga kami juga nanti setelah selesai ini akan melakukan pemeriksaan ulang oleh pihak Bakamla," kata Susatyo di lokasi kejadian, Minggu (29/9).
Dia juga memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Korban jiwa nihil," katanya.
Dia menjelaskan, saat ini gedung yang terdiri dari enam lantai itu tengah dalam proses pendinginan. Sekitar belasan unit damkar dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada Minggu (29/9) pagi.
Susatyo juga menyebut setelah proses pendinginan selesai pihaknya akan langsung melaksanakan olah TKP Kebakaran bersama Puslabfor Mabes Polri.
"Untuk penyebab tentu masih akan kami dalami untuk melakukan penyelidikan, keterangan dari para tukang ini cukup membantu," kata dia.
Pihaknya juga berharap agar CCTV yang ada di dalam gedung bisa merekam seluruh kejadian agar pemeriksaan terkait kebakaran ini bisa lebih mendalam.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihaknya juga masih mendalami dan mengumpulkan saksi-saksi.
"Karena yang di dalam gedung para tukang. Tidak ada korban karena gedung sedang kosong," tutup Susatyo.