Jakarta, - Dinamika politik jelang Pemilu 2024 terus menarik disorot. Dinamika yang terjadi tak sekadar soal strategi antar partai dalam membentuk koalisi politik, namun juga terdapat isu perebutan kekuasaan di parpol itu sendiri. Setelah ada sengketa kepemilikan Partai Demokrat antara Moeldoko dan elite parpol di gerbong SBY, kini Golkar diterpa isu serupa.
Belakangan, Golkar seolah sedang diobok-obok, menyusul Ketum Airlangga Hartarto santer terlibat dalam pusaran korupsi Persetujuan Ekspor (PE) Crude Palm Oil (CPO) atau minyak goreng (migor). Beberapa pendapat menyebutkan pemanggilan Airlangga sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung dalam kasus tersebut sarat kepentingan politis terkait Pemilu mendatang. Secara bersamaan, Golkar diisukan akan berganti kepemimpinan secara cepat atau tidak sesuai jadwal. Munaslub partai digadang-gadang bakal memunculkan peralihan kekuasaan yang dibekingi oleh kekuatan yang tak menginginkan Airlangga lama-lama berkuasa.
Namun, internal partai bercorak nasionalis itu memastikan isu munaslub yang diwacanakan sejumlah pihak tidak akan menganggu soliditas kader. Mereka saat ini fokus untuk memenangkan partai dalam Pemilu tahun depan.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Ace Hasan Syadzily mengimbau kepada para kader agar tidak terganggu dengan isu munaslub dan tetap menjaga soliditas. Mekanisme pergantian kepemimpinan partai secara tegas sudah diatur dalam AD-ART.
"Soal pergantian kepemimpinan di tubuh partai diatur secara jelas dalam AD/ART Partai Golkar,” ucap dia. Minggu (23/7/2023).
Ia mengatakan pergantian kepemimpinan sudah diatur dengan jelas dan tegas. Ace menuturkan semua kader partai dapat maju mencalonkan sebagai ketua umum asal memiliki kartu anggota dan memenuhi persyaratan.
“Semuanya ada waktunya. Ojo kesusu," ungkap Kang Ace.
Mereka yang mencalonkan maju, ia menuturkan harus memiliki kontribusi bagi Partai Golkar dalam rekam jejak politik. Ia menegaskan saat ini seluruh kader terus berkonsolidasi dan bekerja untuk kemenangan di pemilu 2024.
“Jangan berpolemik tentang sesuatu yang tidak produktif bagi elektabilitas Partai Golkar,” ucap dia.
Ace menegaskan para kader sedang bekerja bertemu dengan masyarakat. Dengan waktu tersisa 205 hari jelang pemilu 2024, ia meminta seluruh kader memaksimalkan kerja.
Di sisi lain, ia menuturkan ketua umum partai dapat berpotensi membuat poros baru. Proses tersebut masih dinamis dan cair.
"Pak Airlangga berpotensi membuat poros tersendiri dan saya kira proses tersebut masih dinamis dan sangat cair," kata dia.
Pada Agustus nanti, Ace mengatakan partai akan menentukan sikap terkait koalisi yang akan dibentuk atau akan berlabuh dengan koalisi mana. Ia mengatakan partai intens berkomunikasi dengan semua pihak.
"Mudah-mudahan pada bulan Agustus sudah ditentukan sikap dari partai Golkar terkait dengan koalisi yang akan dibentuk. Pak Airlangga akan berlabuh pada koalisi yang mana," ucap dia.