KPK Panggilan Surat Kedua Disiapkan Menhub Untuk Ungkap Kasus Korupsi

- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memanggil   Menteri Perhubungan (Menhub)   yang kedua  dalam mengungkap kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Tahun Anggaran 2018-2022.  Sebelunya pemanggilan pertama Menhub Budi Karya Mangkir tidak bisa hadir.

Pemanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pembangunan jalur kereta api di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa bagian Tengah, Jawa bagian Barat dan Jawa-Sumatera tahun anggaran sebelumnya. 

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, Budi Karya Sumadi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Putu Sumarjaya.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK atas nama Budi Karya, Menteri Perhubungan RI," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (15/7/2023).

Selain Menhub Budi, KPK juga memanggil Dirjen Perkeretaapian Kemenhub M Risal Wasal dan seorang aparatur sipil negara (ASN) Kemenhub Maulana Yusuf.

 

Perlu diketahui, penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada April lalu. Nilai suap dalam perkara ini mencapai Rp 14,5 miliar. Untuk itu, KPK telah menetapkan 10 tersangka.

Adapun tersangka pemberi suap ialah empat orang dari pihak swasta yakni Dion Renato Sugiarto, Muchamad Hikmat, Yoseph Ibrahim dan Parjono.


Tersangka yang menjadi penerima suap ialah Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi, PPK BTP Jabagteng Bernard Hasibuan, Kepala BTP Jabatan Putu Sumarjaya, PPK BPKA Sulsel Achmad Affandi, PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah, dan PPK BTP Jabagbar Syntho Pirjani Hutabarat.

Suap diberikan agar Putu dan Bernard mengatur pelelangan paket pekerjaan di BTP Kelas I Semarang tahun 2022 yakni pekerjaan Pembangunan Jalur Ganda Ka Antara Solo Balapan - Kadipiro - Kalioso KM 96+400 sampai dengan KM 104+900 (JGSS 6) dan pekerjaan Pembangunan Jalur Ganda Ka Elevated Antara Solo Balapan – Kadipiro KM 104+900 sampai dengan KM 106+900 (JGSS 4) serta paket pekerjaan tahun 2023 yakni Track Layout Stasiun Tegal (TLO Tegal) supaya dimenangkan dan dilaksanakan oleh perusahaan Dion yaitu PT Istana Putra Agung dan PT Prawiramas Puri Prima.