Awal Pekan, Rupiah Makin Anjlok Dekati Rp 15 Ribu

Jakarta, law-justice.co - Dalam perdagangan pasar spot pada Senin (19/9) pagi, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.972 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah melemah 18 poin atau minus 0,12 persen dari posisi sebelumnya. Rupiah melemah ketika mata uang di kawasan Asia bervariasi.

Baca juga : Terlemah dalam 4 Tahun, Rupiah Anjlok ke Rp16.275/Dolar AS Hari Ini

Yen Jepang menguat 0,1 persen, baht Thailand melemah 0,1 persen, peso Filipina menguat 0,11 persen, won Korea Selatan menguat 0,02 persen, dan yuan China melemah 0,22 persen

Lalu, dolar Singapura dan dolar Hong Kong sama-sama bergerak stagnan pagi ini.

Baca juga : Cermati 3 Rekomendasi Saham Ini saat IHSG Kembali ke Level 7.000

Senada, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Tercatat, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, franc Swiss bergerak stagnan, dan euro Eropa menguat 0,08 persen.

Lalu, dolar Australia menguat 0,03 persen dan dolar Kanada melemah 0,01 persen.

Baca juga : Harga Minyak Goreng Diprediksi Terus Meroket, Ini Sebabnya

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melemah hari ini.

Sebab, pasar berekspektasi The Fed mengerek suku bunga acuan 75 sampai 100 basis poin (bps).

Ketika suku bunga acuan naik, maka dolar AS berpotensi semakin perkasa. Dengan demikian, rupiah akan melemah.

"Menurut CME FedWatch Tool, saat ini pasar berekspektasi kemungkinan 80 persen bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, sementara sisanya kemungkinan 100 basis poin," ungkap Ariston seperti melansir cnnindonesia.com.

Ariston mengatakan The Fed akan mengumumkan hasil rapat terkait suku bunga acuan dini pada Kamis (22/9).

Hari ini, rupiah berpotensi bergerak dalam rentang support Rp14.880 dan resistance Rp14.950-Rp14.980 per dolar AS.