Jakarta, - Serangan Rusia ke Ukraina kembali terjadi. Serangan tesebut memaksa sejumlah warga sipil Ukraina memilih untuk bersembunyi di toko peti mati seperti yang dilakukan oleh Antonina Boloto (60) dan kerabatnya.
Seperti dilansir AFP, Rabu (4/5/2022), Boloto memilih untuk menetap di Kota Severodonetsk, Ukraina Timur, ketika pasuka Rusia menyerang. Severodonetsk sendiri merupakan kota yang berada di garis depan perang Rusia melawan Ukraina.
Boloto sendiri memutuskan untuk mengubah toko peti mati itu menjadi tempat perlindungan bagi dirinya dan kerabatnya. Beberapa peti mati tampak bertengger di dinding bagian belakangnya.
"Ini bukan kamar mayat, itu hanya toko perlengkapan pemakaman," kata Boloto, mengatakan kepada AFP.
Boloto menyampaikan tokoh peti mati tersebut ternyata memiliki ruang bawah tanah di mana orang dapat berlindung jika terjadi pemboman. Dia memastikan hanya bersembunyi di tokoh peti mati tersebut.
"Kami hanya bersembunyi di sini," ucap Boloto.
Di satu-satunya ruangan toko yang remang-remang, empat peti mati, dihiasi dengan satin putih dan merah halus dengan label harga masih menempel di atasnya, bersandar di dinding. Mereka dikelilingi oleh karangan bunga dan salib kayu.