Jokowi Disebut Seperti Bebek Lumpuh, Apa Maksudnya?

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut sudah menjadi bebek lumpuh. Hal itu disampaikan oleh ekonom senior Rizal Ramli saat mengomentari kebijakan Jokowi untuk melarang ekspor CPO dan minyak goreng. Adapun bebek lumpuh yang dimaksudnya adalah karena perintah Jokowi sudah tak agi diikuti oleh anak buahnya.

Menurutnya, keputusan Jokowi soal larangan ekspor tersebut terbilang membingungkan. Pasalnya, kali pertama dikeluarkan kebijakan ini terkesan ngambang. Lantas ada penjelasan dari pihak kementerian terkait, sebelum akhirnya diluruskan lagi oleh Presiden Jokowi.

Baca juga : Istana Buka Suara Soal Presiden Jokowi Tak Diundang Rakernas PDIP

Ekspresi Presiden Joko Widodo saat memberi penjelasan terakhir tentang larangan ekspor total minyak goreng ini menjadi sorotan publik. Bahkan ada yang mengartikan ekspresi Jokowi itu sebagai tanda bahwa mantan walikota Solo tersebut sedang kesepian.

“Sudah jadi “sitting duck” (bebek lumpuh) padahal resminya masih 2 tahun lagi. Keputusan ngasal, asal populer, tapi dampaknya negatif. Bagaikan Yo-Yo pula,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Jumat (29/4).

Baca juga : Berbagai Modus dan Contoh Kasus Kejahatan Perdagangan Karbon

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini bahkan tidak habis pikir dengan kondisi yang terjadi pada Jokowi. Sebab dalam menangani sawit saja tidak ada saran kebijakan yang bermutu kepada Jokowi. Padahal ada menko, menteri-menteri ekonomi, dan puluhan staf ahli dan staf khusus.

Simpulan Rizal Ramli, semua itu terjadi karena adanya politik utang budi pada Pilpres 2019 lalu. Sehingga pemilihan anggota kabinet tidak didasarkan pada profesionalisme.

Baca juga : Resmi, Hakim Agung Suharto Jadi Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial

“Itulah kalau staffing hanya hasil politik utang budi,” tutupnya.