Periode Kedua Berkuasa, Skandal & Watak Asli Presiden Muncul

Sabtu, 24/10/2020 00:01 WIB

Bagaimana watak asli sebenarnya dari Presiden Joko Widodo jelas tercermin dalam periode kedua memimpin negeri. Di mana sebelumnya, watak tersebut masih berhasil ditutupi lewat beragam rekayasa yang dilakukan sebuah tim yang tak jelas orangnya dan juga dukungan tim buzzerRp. xxBagaimana watak asli sebenarnya dari Presiden Joko Widodo jelas tercermin dalam periode kedua memimpin negeri. Di mana sebelumnya, watak tersebut masih berhasil ditutupi lewat beragam rekayasa yang dilakukan sebuah tim yang tak jelas orangnya dan juga dukungan tim buzzerRp.Bagaimana watak asli sebenarnya dari Presiden Joko Widodo jelas tercermin dalam periode kedua memimpin negeri. Di mana sebelumnya, watak tersebut masih berhasil ditutupi lewat beragam rekayasa yang dilakukan sebuah tim yang tak jelas orangnya dan juga dukungan tim buzzerRp.Bagaimana watak asli sebenarnya dari Presiden Joko Widodo jelas tercermin dalam periode kedua memimpin negeri. Di mana sebelumnya, watak tersebut masih berhasil ditutupi lewat beragam rekayasa yang dilakukan sebuah tim yang tak jelas orangnya dan juga dukungan tim buzzerRp.Bagaimana watak asli sebenarnya dari Presiden Joko Widodo jelas tercermin dalam periode kedua memimpin negeri. Di mana sebelumnya, watak tersebut masih berhasil ditutupi lewat beragam rekayasa yang dilakukan sebuah tim yang tak jelas orangnya dan juga dukungan tim buzzerRp.Watak asli dari Presiden Joko Widodo seperti terumbar dalam periode kedua memimpin negeri. Di mana sebelumnya, watak tersebut masih berhasil ditutupi lewat beragam rekayasa yang dilakukan sebuah tim. Begitu penilaian Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari dalam acara Mata Najwa bertajuk “Tahun Pertama: Jokowi-Maruf Sampai Di Mana?”, Rabu malam (22/10). “Jadi, begini ada di dalam literasi soal hukum tata negara dan politik, ada yang namanya kutukan di periode kedua. Di periode kedua itu tidak hanya muncul berbagai skandal, tapi watak asli seorang presiden,” ucap Feri. Dia menambahkan watak asli gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo di periode kedua ini telah tampak. Salah satunya bersikap represif terhadap orang yang kontradiktif terhadap dirinya. “Wataknya ya represif. Di era Jokowi, seorang yang membawa bendera pusaka dipenjara. Ada lima anak muda yang bermimpi Indonesia bebas dari korupsi meninggal. Apa respons Jokowi?” urainya. “Hari ini orang berkumpul, ramai-ramai seluruhnya membahas ada UU yang tidak melibatkan publik sama sekali, Jokowi sadar betul dan tahu betul, banyak bolong dan salahnya, Jokowi tidak peduli,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Feri, adanya tindakan-tindakan yang disusul dengan penangkapan orang hal itu membuat citra Jokowi buruk. “Yang mestinya Jokowi ajak bicara dengan cara elegan cara-cara demokrasi. Orang yang menangkap lawan politiknya sudah pasti represif. UU yang tidak melibatkan banyak orang pasti UU represif,” bebernnya. Artikel ini telah tayang di Rmol.id dengan judul "Feri Amsari: Ada Kutukan Periode Kedua, Berbagai Skandal Dan Watak Asli Presiden Muncul", https://politik.rmol.id/read/2020/10/22/457721/feri-amsari-ada-kutukan-periode-kedua-berbagai-skandal-dan-watak-asli-presiden-muncul.


Tangan Terikat, Kerabat Jokowi Tewas Terbakar di Mobil, Diduga Dibunuh

Kamis, 22/10/2020 09:37 WIB

YL, seorang perempuan berusia 42 tahun ditemukan tewas terbakar di dalam sebuah mobil di Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (20/10/2020) malam.


Pengusaha Sebut Omnibus Law Berhasil karena Jokowi Presiden

Selasa, 20/10/2020 17:54 WIB

Posisi Joko Widodo atau Jokowi sebagai Presiden Indonesia dinilai sebagai faktor utama penentu keberhasilan UU Omnibus Law sehingga disahkan oleh DPR. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Omnibus Law belum tentu berhasil jika presidennya selain Jokowi.


Soal Vaksin COVID, Jokowi: Tak Boleh Seperti UU Cipta Kerja

Senin, 19/10/2020 13:38 WIB

Polemik berkepanjangan soal Undang-Undang Cipta Kerja membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi kecewa. Oleh karena dia tak ingin hal yang sama terjadi pada proses sosialisasi tentang vaksin COVID-19.


Relawan Ungkap Pejabat yang Ingin Jauhkan Jokowi dari Rakyat

Sabtu, 17/10/2020 10:53 WIB

Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh relawan pendukung yang meminta Presiden Jokowi untuk waspada dengan pejabat yang ada di sekelilingnya. Pasalnya, ada orang dekat Jokowi yang ingin menjauhkan sang presiden dengan rakyatnya.


BEM SI Demo Lagi Tolak UU Cipta Kerja 20 Okt, 1 Tahun Jokowi Presiden

Sabtu, 17/10/2020 04:28 WIB

Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada momentum satu tahun pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin.


Jokowi Selesai Tahun 2024, Luhut Janji Tak Menjabat Lagi

Jum'at, 16/10/2020 17:03 WIB

Selama Joko Widodo atau Jokowi menjadi presiden, Luhut Pandjaitan selalu mendapat bagian dalam pemerintahan. Kalau pada periode pertama menjadi Menko Polhukam, maka di periode kedua ini dia menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi.


Kasus Naik Terus, Pakar Minta Jokowi Tak Main-main Tangani COVID-19

Sabtu, 10/10/2020 11:59 WIB

Perkembangan penanganan kasus COVID-19 di Indonesia belum menemukan titik terang. Bahkan sebaliknya, kasus baru malah makin bertambah dari hari ke hari.  


Tak Bela Jokowi, Relawan Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Sabtu, 10/10/2020 10:56 WIB

Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan menilai pemerintah dan DPR terkesan terburu-buru dalam mengesahkan Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker). Pasalnya, UU tersebut sangat sensitif lantaran masih menuai kontroversi di berbagai kalangan.


Tak Mau Hiraukan Pernyataan Jokowi, MK Siap Terima Gugatan UU Ciptaker

Kamis, 08/10/2020 13:50 WIB

Upaya sejumlah pihak yang ingin mengajukan gugatan untuk melakukan uji materi Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja disambut baik oleh Mahkamah Konstitusi (MK). MK menegaskan tak akan terpengaruh dengan pernyataan Presiden Jokowi yang meminta mereka untuk mendukung UU Cpita Kerja.