Jakarta, - Aktivis 1998 dinilai sebagai agen pemberantasan korupsi oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Oleh karena itu dia memuji aktivis 1998 atas peran sumbangsih pemuda bangsa Indonesia dalam suatu gerakan reformasi 1998 untuk membebaskan Indonesia dari praktik korupsi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Firli saat menjadi keynote speaker di acara Kick Off G20 Anti-Corruption Working Group (ACWG) yang dilanjutkan dengan acara Presidensi G20: Kuatkan Komitmen Bersama Berantas Korupsi, Jumat sore (4/3). Firli mengatakan, momen hari ini adalah yang membanggakan bagi bangsa Indonesia setelah Indonesia ditunjuk sebagai Presidensi G20.
"Dan dalam hal ini tentu lah kita menyambut baik, karena itu saya dan segenap insan KPK, mengajak seluruh rakyat Indonesia bersama-sama merapatkan barisan, bersatu padu dalam menyusun rencana strategi pemberantasan korupsi, baik yang dilakukan oleh KPK bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat," ujarnya dalam acara yang disiarkan di akun YouTube resmi KPK, Jumat (4/3/2022).
KPK, kata Firli, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap rakyat Indonesia yang telah memberikan sumbangsih di dalam rangka pemberantasan korupsi.
"Baik yang sudah meninggalkan kita semua, di dalam perjuangannya memberantas korupsi di dalam satu gerakan reformasi di tahun 1998. Ini perlu kami sampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya karena rekan-rekan lah seluruh pemuda Indonesia, bergerak untuk membebaskan Indonesia dari belitan dan lilitan praktik-praktik korupsi," jelas Firli.
Karena, sejak 2003 berdasarkan UU 30/2002, KPK berdiri dalam rangka sebagai leading sector pemberantasan korupsi. Selain Firli, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga menjadi keynote speaker dalam acara ini.