Jakarta, - Publik figur, Melanie Subono menegaskan tidak mau menjadi generasi pertama yang divaksin terkait Covid-19.
Padahal sebelumnya Presiden Joko Widodo mengupayakan agar vaksin Sinovac kini diberikan secara gratis.
Melanie mengaku lebih memilih membayar denda daripada divaksin di kloter pertama.
"Gini, beberapa bulan lalu gue dengar ada isu dan wacana kalau orang nggak mau divaksin harus bayar Rp 5 juta, gue udah ngumpulin sih Rp 5 jutanya. Sok aja, dia mau gratisin nggak apa-apa tapi gue masih sayang badan gue," ucap Melanie Subono di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
"Tapi gue belum percaya sama vaksin yang belum selesai, ini penelitiannya aja belum selesai," terangnya.
Dia tak bisa memberikan pandangan ataupun tanggapan karena dianggapnya vaksin tersebut secara ilmiah belum selesai diuji.
"Nggak ada pandangan, karena secara ilmiah aja belum selesai," ungkapnya.
"Gue akan baca dulu itu paper ilmiahnya baru mau vaksin," jelas Melanie.
Melanie Subono tak menolak adanya vaksin, namun ia enggan jika harus jadi yang pertama kali menyuntikkan vaksin tersebut pada tubuhnya.
Seperti diketahui vaksin virus corona buatan perusahaan farmasi asal China Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 21.30 WIB.
Dalam gelombang pertama ini, dilaporkan ada 1,2 juta dosis vaksin virus corona siap suntik.
Menurut Presiden Jokowi, akan ada 1,8 juta dosis vaksin virus corona siap suntik lain yang tiba pada Januari 2021.