Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bakal Kontraksi Minus 6 Persen

Jakarta, law-justice.co - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyebutkan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini akan terkontaksi hingga -6 persen.

Kata dia, pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 akan turun lebih dalam dari yang diproyeksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berkisar -3,5 persen hingga -5,1 persen, dengan titik tengah -3,8 persen.

Baca juga : Final Thomas Cup 2024 : Indonesia Kalah 1-3 dari China

"Tekanannya tentu karena aktivitas ekonomi yang melambat karena ada Covid-19," katanya seperti dilansir dari Bisnis, Kamis (9/7/2020).

Yusuf juga bilang, indikasi penurunan pertumbuhan ekonomi terlihat dari Indeks Penjualan Riil yang dirilis Bank Indonesia, Rabu (8/7/2020), yang menunjukkan pertumbuhan terkontraksi hingga -20 persen pada Mei 2020.

Baca juga : Eko Patrio Digadang Bakal jadi Menteri Prabowo

"Indikator tersebut menunjukkan aktifitas penjualan terdampak dalam," ungkapnya.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, kinerja sektor manufaktur juga terganggu, padahal sektor ini menjadi sektor penyumbang terbesar ke PDB Indonesia.

Baca juga : Stok Berlimpah, Mentan Minta Petani Tebus Pupuk Subsidi

Indikasi melemahnya sektor ini terlihat dari melemahnya indeks PMI yang berada di bawah level ekspansif.

Pelonggaran PSBB menurutnya tidak akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena secara agregat daya beli masyarakat masih melemah.

"Pelonggaran PSBB juga baru dilakukan di beberapa kota sehingga secara agregat belum bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II/2020," jelas Yusuf.