- Sebanyak 6 gunung berapi di Indonesia saat ini tengah dinyatakan aktif yang menyebar di wilayah Jawa dan Sumatera. Letusan gunung mengeluarkan lava atau magma panas yang suhunya mampu mecapai 700 - 1.300 derajat celcius. Sulit dibayangkan ada makhluk hidup yang mampu bertahan di suhu tersebut. Tapi ternyata ada 5 hewan yang mampu hidup di sekitar lava gunung api.
Tim dari National Geograpich mengungkapkan jika ada 5 hewan yang mampu bertahan hidup dalam lava yang bersuhu amat panas. Dikutip dari laman Nationalgeographic.grid.id, pakar teknik kelautan Brennan Phillips bersama timnya tengah meneliti lingkungan bawah laut Kavachi. Awalnya para ilmuwan ini berniat mempelajari geologi dan memetakan Kavachi. Dalam penelitian itu tim tersebut menjumpai kawanan hiu yang tengah berenang diarea gunung berapi aktif bawah laut dekat Kepulauan Solomon.
Tak hanya bersuhu panas, wilayah sekitar gunung berapi pun memilihi asam yang sangat tinggi bagi hiu. Philips mengirim instrumen kameranya ke area sekitar gunung berapi, saat kedalaman mencapai 45 meter, betapa terkejutnya mereka saat melihat hiu jenis sleeper yang bergerak lambat hidup di laut yang dalam.
"Hewan-hewan besar itu hidup di lingkungan yang jauh lebih panas dan asam. Mereka bersantai-santai di sana," ungkap Phillips seperti dikutip National Geographic beberapa waktu lalu.
"Itu membuat Anda berpikir lingkungan ekstrem seperti apa yang berusaha dihadapi oleh hewan-hewan itu. Perubahan apa yang dialami oleh hewan itu? Apakah hanya hewan-hewan tertentu saja yang bisa beradaptasi?" kata Phillips.
Kavachi merupakan gunung berapi yang terletak di perairan dangkal dekat Pulau Vanungu. Gunung itu juga dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di pasifik. Nama lainnya adalah Rejo te Kvachi alias Oven Kavachi.
Kavachi pertama kali dilaporkan bererupsi pada tahun 1939. Sejak itu, setidaknya ada 11 kali erupsi, diantaranya pada tahun 1976 dan 1991. Erupsi kala itu begitu kuat sehingga menciptakan pulau baru.
"Tak ada yang tahu secara pasti seberapoa sering Kavachi mengalami erupsi," ungkap Philips.
Selain hiu, dikutip dari Fomous.brilio.net, ada empat jenis hewan lain yang mampu bertahan dalam lava yaitu spesies Lobster. Meskipun ini masih menjadi misteri. Namun, Lobster ini dipercaya bisa bertahan hidup di dalam kawah terbuka pada kedalaman 700 meter dengan temperatur panas hingga mencapai 100 derajat Celsius. Lobster ini kemungkinan terjebak dan kesulitan untuk bergerak.
Cacing Polychaeta juga menjadi salah satu hewan yang berhasil ditemukan dari dalam kawah gunung berapi bawah laut di bagian utara Selandia Baru. Ukuran tubuhnya hanya 10 cm dan memakan plankton, Tapi dia dikenal sebagai predator yang agresif. Cacing Polychaeta juga mampu hidup dengan tekanan tinggi serta suhu yang panas yaitu sekitar 107 derajat Celsius.
lalu ada Black Dragonfish, spesies ini sanggup menghadapi temperatur panas hingga 140 derajat Celsius. Tidak heran jika mereka mudah ditemukan di gunung laut aktif yang berkedalaman 2000 meter. Dari penampilannya yang mengerikan sudah terlihat jika spesies satu ini tergolong predator agresif yang dapat menggigit mangsa dengan cepat.
Terakhir, ada Manta Rays atau pari. Ikan itu biasa hidup di laut hangat di atas 20 derajat Celsius tepatnya sekitar 60 hingga 80 derajat Celsius. Tidak aneh jika spesiesnya berhasil ditemukan dekat gunung laut atau mungkin di daerah lava yang berjatuhan dari darat ke laut karena Manta Rays juga dikenal sebagai hewan laut yang sering bermigrasi.