Didesak Mundur dari Cawapres, Ma`ruf Amin: Ngawur Itu!

Yogyakarta, law-justice.co - Cawapres nomor urut 01 Ma`ruf Amin menyebut desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sorong yang memintanya mundur dari pencalonannya sebagai cawapres itu ngawur.

"Oh itu (desakan MUI Sorong) ngawur itu," ujar Ma`ruf kepada wartawan usai menghadiri tasyakuran Pemilu di Kediaman Habib Hilal Alaidid Kota Yogyakarta, Rabu (24/4).

Baca juga : Prabowo Subianto Bukan Pemimpin Bagus

Ma`ruf menilai tak semestinya MUI Sorong ikut campur dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Apalagi MUI Sorong sampai mendesaknya untuk menanggalkan status sebagai cawapres.

"Masak MUI urusan itu (mengurusi Pilpres). Itu nggak boleh MUI (ikut) campur di soal teknis ya," tutupnya.

Baca juga : PKS Undang Prabowo, PKB Sebut Usai Pilpres Semua Ingin Sejuk

MUI Sorong mengeluarkan surat terbuka tertanggal 22 April 2019 untuk KH Ma`ruf Amin. Di dalam surat itu mereka meminta KH Ma`ruf Amin untuk mengundurkan diri sebagai cawapres.

Alasannya, MUI Sorong menilai tim pemenangan kubu paslon 01 telah melakukan kecurangan di Pemilu 2019. Mereka menilai KH Ma`ruf Amin sebaiknya mundur dari pencalonannya sebagai cawapres untuk menghindari dosa.

Baca juga : Ini Tujuan Surya Paloh Bakal Sambangi Rumah Prabowo