Jakarta, - Operator seluler PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel mendirikan anak usaha baru bernama PT Fintek Karya Nusantara atau Finarya yang bergerak di bidang jasa sistem pembayaran. Menurut Andi Setiawan, VP Investor Relations PT Telkom Indonesia, yang merupakan induk perusahaan Telkomsel, pada 21 Januari lalu telah disetujui akta pendirian Finarnya oleh Telkomsel yang memegang 99,99% dari seluruh saham Finarya.
“Pembentukan Finarya dilakukan untuk mendukung ekosistem fintech yang sebelumnya sudah ada di Telkomsel,” papar Andi dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/1).
Telkomsel adalah anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang usaha selular. Adapun, Finarya merupakan anak usaha Telkomsel yang berbisnis di bidang penyelenggara jasa sistem pembayaran.
Sementara itu, lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Service, menyematkan peringkat Baa1 dengan outlook stabil terhadap penerbitan obligasi bermata uang lokal (domestic currency issuer reting) dan penerbitan obligasi bermata uang asing jangka panjang (long-term foreign currency) milik Telkom.
Wakil Presiden dan Analis Senior Moody Nidhi Dhruv mengungkapkan, peringkat milik Telkom yang berada satu tingkat di atas peringkat Indonesia tersebut mencerminkan kekuatan kredit perseroan tidaklah mendapat dorongan dari pemerintah selaku pemegang saham mayoritas.
Meski demikian, Moodys’s menjelaskan bahwa peringkat TLKM masih dibatasi oleh beberapa faktor, yaitu dari perkembangan strategi akuisisi perseroan, penyesuaian terhadap lingkungan operator yang kompetitif, dan risiko intervensi kebijakan dari Pemerintah Indonesia (mengingat Telkom adalah perusahaan BUMN).