Salam Perpisahan Lorenzo: Kemenangan Terindah Saya Saat Bersama Ducati

- Usai menjalani balapan terakhir MotoGP 2018 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Jorge Lorenzo mengucapkan salam perpisahan yang mengharukan. Banyak kesedihan dan kegagalan selama dua musim bersama Ducati. Tapi keberhasilannya di sirkuit Mugello, Italia, disebutnya sebagai kemenangan terindah.

“Tak pernah selama hidup ini, saya berteriak demikian kencangnya di dalam helm.  Tidak ada kemenangan yang lebih indah daripada menang di Italia bersama Ducati,” ujar Lorenzo mengenang keberhasilan pertamanya bersama Ducati 9 Juni lalu.

Dua pekan berikutnya, juara dunia tiga kali itu kembali menjadi yang tercepat di GP Catalunya. Ia menutup petualangan bersama Ducati sebagai pemenang untuk ketiga kalinya di GP Austria. Selama dua musim, Lorenzo berhasil naik podium sebanyak 7 kali.

Prestasi itu bahkan tidak bisa dicapai oleh legenda MotoGP Valentino Rossi. Saat berseragam Ducati musim 2011 dan 2012, Rossi belum pernah menang dan hanya tiga kali naik podium.

Bersama Ducati memang penuh tantangan dan tidak mudah. Lorenzo merasakan itu secara langsung ketika ia mendapat banyak kritikan. Termasuk dari boss Ducati Claudio Domenicali yang mengatakan bahwa Ducati telah menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan Lorenzo.

"Ada kisah-kisah yang menyenangkan, ada yang menyedihkan, dan ada pula yang tidak keduanya. Seperti kisah saya bersama Ducati," ungkap Lorenzo dalam video yang diunggah laman resmi MotoGP.com, Senin (19/11/18).

Lorenzo meninggalkan Yamaha untuk membalap selama dua musim (2017-2018) bersama tim pabrikan Ducati. Juara dunia MotoGP tiga kali itu tidak terlalu baik mengawali tahun pertamanya dengan Ducati.

"Saya sangat sadar dengan kesulitannya. Saya kaget ketika mencoba motor mereka untuk pertama kalinya. Jauh dari apa yang saya perkirakan. Sedikit demi sedikit, saya menyadari bahwa semua kemampuan yang membawa saya menjadi seorang juara dunia tidak berguna lagi untuk saya," kata Lorenzo.

Lorenzo harus memulai segala sesuatunya dari awal dan belajar dari setiap orang. Debutnya bersama Ducati di GP Qatar tidak seperti yang dibayangkan. Begitu pun di Sirkuit Austin. Termasuk saat ia jatuh di GP Argentina.

Sejak itu kritik mulai berdatangan. Orang-orang mengatakan, pembalap asal Spanyol itu tidak bisa beradaptasi dengan motor barunya.

Momen kritis tiba di balapan GP Prancis di Sirkuit Le Mans. Di tahun keduanya bersama Ducati kala itu Lorenzo yang memimpin lomba di Le Mans, tapi kehilangan posisinya di depan dan hanya mampu finis keenam.

"Situasinya kritis dan karir saya terancam," kata Lorenzo. Ia sempat berpikir untuk pensiun.

"Tapi pemikiran untuk meninggalkan olahraga ini membuat saya semakin sedih. Ini bukan lah saatnya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa menang lagi," kata Lorenzo.

Saat itu, Honda melihat keputusasaan Lorenzo. Mereka menawarkan kontrak baru musim depan untuk menggantikan Dani Pedrosa yang memmutuskan bakal pensiun. Ia akan bertandem dengan juara dunia Marc Marquez.

Saat kepastian mengenai masa depan sudah jelas, Lorenzo malah mampu menunjukkan kualitasnya. Balapan seri keenam di Mugello, Italia menjadi titik balik Lorenzo. Dengan suku cadang baru untuk mesin, fairing baru, Lorenzo merebut podium pertama di Mugello.

"Di balapan, seperti halnya kehidupan nyata, keputusan adalah segalanya. Suatu keputusan bagus atau buruk bisa merubah semuanya," kata Lorenzo.

Sayangnya, cedera yang dia alami ketika turun di Aragon membuat Lorenzo absen beberapa balapan menjelang akhir musim.

"Di sana lah cedera mulai mendera. Menghalangi saya dari perpisahan yang saya bayangkan. Tidak adil rasanya jika hanya membiarkan beberapa balapan yang kurang beruntung (karena cidera) menodai dua tahun yang magis yang akan selalu mendapat tempat yang spesial di hati saya," ungkap Lorenzo.

Bersama Ducati, Lorenzo menutup musim MotoGP 2018 di peringkat ke-9 klasemen dengan raihan 134 poin.

"Terima kasih atas kecemerlangan dan kerja keras dari semua teknisi dan mekanik di pabrik. Kami berhasil membuat GP18 motor terbaik di grid. Dan ini adalah suatu warisan di mana saya menjadi bagian di dalamnya, dan akan saya kenang dengan bangga," kata Lorenzo.

"Untuk terakhir kalinya, Forza Ducati! Ciao belli ciao!" tutup Lorenzo. [Antara]

Tags: |