- Peneliti dari Universitas Bergen, Norwegia menemukan gambar purba berumur 73.000 tahun pada sebuah dinding gua Blombos, Afrika Selatan. Temuan ini diklaim sebagai karya seni tertua di dunia yang pernah ditemukan sekaligus memperlihatkan Homo Sapiens telah memiliki kemampuan berkomunikasi abstrak dibanding yang telah diperkirakan sebelumnya.
Gambar purba ini terdiri dari sederet garis berwarna merah yang membentuk pola satu arah dan enam garis yang bersilangan. Diguratkan menggunakan semacam krayon ochre—pigmen tanah berwarna kuning mudah, cokelat, dan merah— di atas serpihan batu Silcrete seperti yang ditemukan di gua Blombos pada zaman Batu Tengah. “
"(Garis-garis) ini memiliki makna komunikasi yang merupakan bagian dari sebuah simbol bagi seseorang untuk menyampaikan pesan kepada manusia lain. Selain itu, garis-garis ini merupakan sebuah tanda yang menunjukan kemampuan untuk merekam informasi di luar otak manusia. Siapa pun yang membaca informasi itu mampu memahaminya. Hal ini berarti masyarakat pada saat itu telah mengembangkan sistem bahasa, " kata peneliti Christopher Stuart Henshilwood.
Selain itu, para peneliti dari Center for Early Sapiens Behavior memiliki alasan kuat ihwal klaim temuan ini sebagai karya seni tertua. Dari segi usia memang gambar purba ini jauh lebih dahulu dibanding karya-karya abstrak dan figuratif yang pernah ditemukan sebelumnya, seperti lukisan gua di El Castillo, Spanyol dan Chauvet, Perancis yang berusia 30.000 tahun.
Namun pencapaian ini bukan kerja penelitian dilakukan dalam waktu singkat. Pasalnya, Dr Karen van Niekerk dan Henshilwood telah melakukan penggalian lebih dari 25 tahun. Selama itu, keduanya kerap mengalami kendala, seperti penggunaan gua untuk kepentingan ritus dan pergeseran tinggi air laut karena peralihan iklim. Meskipun dinding gua sempat dilapisi pasir, namun lukisan di dalam gua masih terjaga.
Selama kurun waktu itu, beberapa penelitian ihwal kehidupan awal manusia telah dilakukan di tempat ini, termasuk gigi dan manik-manik. Bersama beberapa riset lain, terungkap gambar purba diakui sebagai temuan yang penting ketimbang yang diperkirakan sebelumnya.
Proses penggalian batu bergambar purba ini sebenarnya telah dilakukan pada 2011. Namun, penelaahan ihwal temuan ini memerlukan waktu selama beberapa tahun karena pertimbangan verifikasi yang ketat dan kehati-hatian. Meskipun begitu, sampai saat ini, peneliti meyakini temuan ini hanya bagian dari gambar yang lebih besar. Untuk itu, pada Februari tahun depan proses ekskavasi akan dilakukan dan kemungkinan temuannya mengejutkan (sputniknews).