- Ada Spanyol dan Argentina yang meraih hasil kurang memuaskan pada laga pembuka. Tapi tidak ada yang lebih mengejutkan dari apa yang didapat Jerman, saat takluk 0-1 dari Meksiko di stadion Luzhniki, Minggu (17/6/2018).
Jerman lengah pada menit ke-35, saat Meksiko melancarkan serangan balik melalui penyerang Javier “Chicharito” Hernandez. Ia memberi umpan terobosan kepada Hirving Lozano. Pemain PSV Eindhoven itu mengecoh Mesut Ozil, lalu menempatkan bola di sisi kanan gawang Jerman yang dijaga oleh kiper Manuel Neuer.
Setelah itu, barisan serang Der Panzer tidak bisa menyamakan kedudukan, meskipun memiliki sembilan peluang yang mengarah ke gawang Guillermo Ochoa. Hasil itu tentu buruk, sebab Jerman harus menghadapi Swedia dan Korea Selatan pada partai berikutnya.
Bagi Meksiko, pertandingan tadi malam menjadi ajang balas dendam, ketika mereka kalah 0-1 dari Jerman pada final Piala Konfederasi tahun lalu.
Mendapati hasil tersebut, pelatih Timnas Jerman Joachim Loew mengatakan, anak asuhnya tidak perlu panik. Ia juga yakin tidak memerlukan perubahan radikal meski pertahanan timnya kembali terlihat rapuh. Dalam laga uji coba terakhir melawan Austria, Minggu (3/6/2019), Jerman takluk dengan skor 1-2.
Jerman memperlihatkan begitu banyak kesalahan sebagaimana yang dilakukan mereka dalam beberapa pertandingan terakhir. Meksiko tentu saja telah mengerjakan pekerjaan rumahnya ketika mereka kembali mengeksploitasi sang lawan dan semestinya dapat mencetak lebih banyak gol, mengingat mereka juga memiliki tiga peluang lainnya yang tepat sasaran.
"Pada babak pertama kami bermain sangat buruk. Kami tidak mampu menerapkan cara bermain kami yang biasanya," kata Loew kepada wartawan.
"Namun kami tidak akan terpecah. Tidak perlu panik hanya karena kami kalah dalam satu pertandingan."
Loew menjelaskan, kesalahan timnya adalah tidak melapisi lini bertahan dengan baik ketika tampil menyerang. Para pemainnya menciptakan terlalu banyak jarak dengan penyerang Meksiko, sehingga memungkinkan terjadinya serangan balik.
“Kami juga memiliki masalah pada operan. Sesuatu yang tidak biasanya terjadi di tim ini. Harus kami atasi pada dua pertandingan terakhir,” ujar pelatih 58 tahun itu.
Melihat bagaimana mereka bermain, sebagian orang kini mulai ragu bahwa Jerman mampu mempertahankan gelar juaranya. Swedia dan Korea Selatan bukanlah lawan yang enteng bagi pengoleksi empat gelar juara dunia.
"Lapisan kami sering tidak bagus dan kami tertinggal beberapa kali dimana hanya Jerome (Boateng) dan diri saya sendiri di belakang," kata bek tengah Mats Hummels.
Pemain Bayern Munchen itu menjelaskan, mereka bermain dengan intensitas seperti biasanya. Tampil menyerang, walau rapuh di pertahanan. Hanya saja, Meksiko mampu mengambil satu dari sedikit peluang yang mereka miliki. Ia sendiri percaya, serangan tidak selalu menghasilkan gol seperti yang diharapkan dalam permainan ofensif.
“Itulah mengapa pada babak pertama permainannya terlihat seperti itu dan Meksiko layak memenanginya.”
Sementara gelandang Toni Kroos menyadari bahwa Jerman kini menghadapi situasi yang tidak biasa.
"Kami sekarang berada di bawah tekanan. Kami harus mendapatkan enam poin dari pertandingan-pertandingan berikutnya," ujarnya.
"Secara keseluruhan kami memiliki peluang namun tidak mencetak gol. Kami hanya kehilangan bola di depan dengan terlalu mudah, dan Meksiko selalu memiliki dua atau tiga orang di depan yang gagal kami blok dengan efisien."