- Stasiun Duri Kepa, Jakarta Barat, dalam seminggu ini ramai diperbincangkan di masyarakat. Rekaman video yang memperlihatkan membludaknya penumpang di stasiun ini, viral di media sosial.
Penumpukan penumpang mulai terjadi sejak digunakannya dua jalur di Peron 4 dan 5, oleh kereta Bandara Soekarno-Hatta yang melintas setiap 30 menit sekali. Sebelumnya, kereta bandara hanya menggunakan jalur 5.
Bukan itu saja, akibat beroperasinya kereta bandara, perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang juga dikurangi, dari 90 menjadi 80 perjalanan per 30 menit sekali.
Nurcahyo Koordinator Komunitas KRL Mania telah menduga masalah ini akan terjadi. Ia mengatakan, seperti dikutip dari Kompas, kereta bandara agak dipaksakan pengoperasiannya. “Seharusnya, kereta bandara memakai jalur baru, bukan jalur eksisting,” ujarnya.
Nurcahyo berpendapat, pemerintah lebih mementingkan kereta bandara daripada kereta komuter yang telah lebih dulu menggunakan jalur eksisting. “Ini tidak adil, apalagi jumlah penumpang bandara yang tidak seberapa dibanding penumpang komuter. Ribuan penumpang komuter justru dikorbankan,” cetusnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurut Nurchayo, harus bertanggung jawab mengenai persoalan ini. Ia yakin, PT Kereta Api Commuter Indonesia (KCI) sebenarnya ingin menambah perjalanan kereta komuter sebanyak-banyaknya, tapi terhalang oleh peraturan pemerintah.
Ia menegaskan, “Seharusnya mereka menyesuaikan jalur yang ada , bukan malah mengorbankan jalur reguler. Kereta bandara idealnya mengalah, tapi yang terjadi justru sebaliknya, memaksakan kereta bandara menggunakan jalur eksisting."
Besok (6/4), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dijadwalkan akan meninjau Stasiun Duri untuk melihat langsung situasi disana dan mencarikan solusinya.