Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkap pertemuan tersebut membahas upaya mengatasi antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jawa Timur (Jatim).
Laode mengatakan ada beberapa daerah di Jatim yang mengalami antrean SPBU seperti Malang dan Jember.
"Kondisinya ada beberapa wilayah yang terindikasi ada antrean seperti di Malang, Jember, Blitar. Tadi kita upayakan agar segera teratasi. Dalam 1-2 hari ini sudah harus tuntas masalah yang terjadi," ujar Laode kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM.
Pembahasan juga mencakup upaya memperkuat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Timur. Penguatan distribusi in dilakukan karena Jatim ikut memasok BBM ke Bali yang tengah mengalami masalah distribusi.
Jika BBM dari Jatim dikirim ke Bali untuk mengatasi masalah distribusi, pasokan di Jawa Timur juga harus tetap terjaga karena juga sedang mengalami hal serupa.
"Jawa Timur ini kan masuk MOR 5. Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur). Jangan sampai dikirim ke tempat-tempat lain, dari sana Jatimnya sendiri tidak terpasok dengan baik," ujar Laode.
Pertamina Patra Niaga sendiri telah buka suara soal penyebab antrean panjang masyarakat yang membeli BBM di sejumlah SPBU di Jember, Jawa Timur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan antrean panjang di SPBU disebabkan perubahan pola penyesuaian distribusi.
Menurutnya, kondisi konflik geopolitik yang masih berlangsung turut mempengaruhi penyesuaian jadwal dan pola pengiriman, termasuk kedatangan kapal tanker. Akibatnya, Pertamina juga harus melakukan penyesuaian dalam pola distribusi BBM ke sejumlah SPBU.
"Kami tegaskan bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian dalam pola distribusi BBM, sehingga masyarakat diimbau tidak panik," katanya saat dihubungi Antara, Senin (12/10) lalu.
Ahad menjelaskan kondisi stok BBM tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi tantangan distribusi perlu mendapat perhatian, khususnya di wilayah Jember bagian selatan.
Pasalnya, jarak wilayah tersebut dari terminal BBM di Tanjungwangi Banyuwangi menjadi salah satu pertimbangan dalam mengoptimalkan rute dan waktu pengiriman.
"Stok BBM tetap terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun ada perubahan jadwal pengiriman, sehingga memicu antrean panjang di SPBU. Kalau BBM di tingkat pengecer itu ada, artinya BBM tidak langka karena bahan bakar tersebut ada," imbuhnya.