Sektor Energi Bisa Dilirik, Simak Rekomendasi Saham Cuan Pekan Ini

Jakarta, - Pada penutupan perdagangan hari Jumat 9 Oktober 2026 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 62,47 poin atau naik 1,04 persen di level 6.093.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,95 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 38,38 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat selama tiga hari. Sementara di dua hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks tercatat menguat 0,94 persen sepanjang pekan kemarin.

Sementara itu, P H Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri mengatakan selama periode tanggal 5 sampai dengan 9 Oktober 2026 perdagangan saham ditutup pada zona bervariasi.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen dari Rp10.627 triliun menjadi Rp10.701 triliun pada pekan lalu.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian turun sebesar 7,62 persen dari 50,37 miliar menjadi 46,53 miliar lembar saham. Namun, rata-rata nilai transaksi harian meningkat sebesar 28,52 persen dari Rp12,63 triliun menjadi Rp16,23 triliun.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan 0,27 persen dari 1,68 juta kali transaksi menjadi 1,67 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp30,40 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp84,99 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (9/10).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih rawan terkoreksi pada perdagangan sepekan ke depan. Ia memperkirakan IHSG bergerak dengan level support 5.973 dan resistance 6.227.

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu penentu arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih rawan melemah serta arus dana asing atau foreign flow juga akan memengaruhi pergerakan IHSG.

"Pasar menanti rilis data inflasi AS yang menjadi salah satu penentu arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Selain itu, pergerakan IHSG juga diperkirakan masih dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan foreign flow," katanya seperti melansir cnnindonesia.com, Minggu (11/10).

Investor juga akan mencermati pergerakan harga komoditas, terutama minyak mentah. Meski AS menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu (midterm election), perkembangan geopolitik tersebut tetap menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi harga minyak.

Berdasarkan analisis teknikal, Herditya pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Barito Pacific Tbk atau BRPT yang ditutup menguat 1,08 persen ke posisi 1.405 pada pekan lalu. Herditya memproyeksi BRPT dapat menyentuh level 1.630 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang ditutup menguat 3,45 persen ke level 180 pekan lalu. Herditya memproyeksi BUMI dapat menyentuh level 208 pada pekan ini.

Ketiga, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang ditutup menguat 1,73 persen ke posisi 2.940 pekan lalu. Herditya memproyeksikan MDKA dapat menyentuh level 3.100 pada pekan ini.

Sementara itu, Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai penguatan IHSG pekan lalu belum cukup untuk menunjukkan pemulihan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia.

"Penguatan IHSG saat ini lebih tepat dibaca sebagai upaya pemulihan setelah koreksi. Tantangan pasar bukan hanya valuasi saham yang relatif menarik, tetapi juga pemulihan kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar dan prospek ekonomi Indonesia," kata Hendra.

Menurutnya, investor masih mencermati stabilitas rupiah, arah suku bunga, daya beli masyarakat, serta konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah.

Dari sisi global, arah suku bunga AS, imbal hasil US Treasury, pergerakan dolar AS, harga minyak, dan dinamika geopolitik berpotensi memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Untuk perdagangan Senin (12/10), Hendra memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas selama mampu bertahan di atas level psikologis 6.000.

Secara teknikal, support berada di kisaran 5.950-5.995, sedangkan resistance terdekat di 6.120-6.150, dengan area berikutnya 6.200-6.220.

Dia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Hendra pun merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO yang ditutup menguat 1,18 persen ke level 2.580 pada pekan lalu. Dia memproyeksi ADRO dapat menyentuh level 2.700 pada pekan ini.

Kemudian, Hendra pun merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI yang ditutup menguat 0,65 persen ke level 11.800 pada pekan lalu. Ia memproyeksi AADI dapat menyentuh level 12.800 pada pekan ini.

Lalu, Hendra juga merekomendasikan saham PT Antam (Persero) Tbk atau ANTM yang ditutup 0,95 persen ke level 3.180 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan ANTM dapat menyentuh level 3.400 pada pekan ini.