Patung tersebut karya Jens Galschiot yang diberi nama The Orang Plague. Patung ini menggambarkan Trump telanjang, memegang tongkat golf, dan timbangan di tangan lain.
Di bawah patung itu juga tertera sederet kalimat dalam plakat.
"Aku sedang duduk di punggung seseorang. Dia tenggelam di bawah beban saya. Aku akan melakukan apa saja untuk membantunya. Kecuali saat turun dari punggungnya -Raja Ketidakadilan-" demikian kalimat dalam plakat, dikutip Euro News.
Menurut Galschiøt, karya tersebut terinspirasi dongeng Hans Christian Andersen, The Emperor`s New Clotehs, dan merupakan "seruan satir" terhadap kebijakan iklim dan luar negeri Trump.
Golschiot mengatakan banyak politikus maupun LSM takut untuk secara terbuka mengangkat isu menghadapi Trump dan kebijakannya. Mereka khawatir dideportasi, dipangkas anggarannya, atau tarif impor ditambah.
"Sebagai bengkel seni independen, kami tak dibatasi oleh ikatan semacam itu," jelas dia.
Golschiot lalu berujar, "Patung ini dibuat untuk membahas `masalah yang selama ini diabaikan` dan memulai debat yang diperlukan soal bagaimana AS menghancurkan satu-satunya kesempatan dunia untuk melawan bencana iklim."
Sementara itu, anggota Parlemen Eropa dari sayap kiri Denmark Per Clausen yang mengundang sang seniman, mengatakan tak takut dengan reaksi Trump.
"Jika seseorang begitu sensitif sehingga tak bisa mentolerir patung ini dipamerkan di Parlemen Eropa, maka mereka tidak pantas berada di panggung dunia," kata Clausen.
Patung itu sebelumnya dipamerkan di demonstrasi "Hands Off Greenland" di Kopenhagen awal tahun ini dan konferensi tingkat tinggi Iklim PBB COP30 di Belém, Brasil tahun lalu.