Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada acara penyerahan uang sebesar Rp13,2 triliun hasil penagihan denda administratif kehutanan di Kejagung, pada Selasa (6/10).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku dirinya bukanlah sosok yang sangat pintar. Akan tetapi, ia menegaskan tidak sebodoh itu untuk tidak mengetahui bahwa jajaran Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kerap mendapatkan ancaman selama bertugas.
"Saya paham dan saya mengerti, saya mengikuti, saya bukan orang yang terlalu pintar tapi saya juga bukan orang yang bodoh. Saya punya mata dan telinga di mana-mana," tuturnya.
"Saya tahu bahwa ada saudara-saudara yang diancam, yang digertak, tidak hanya saudara, keluarga saudara juga diancam, saya paham dan saya menghargai saudara-saudara tidak mundur tidak gentar tidak menyerah," imbuhnya.
Prabowo lantas mempersilakan siapa saja yang tidak ingin berada di jalan yang benar untuk keluar dari barisan yang ia pimpin.
"Saya persilakan saudara-saudara dalam Satgas ini atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir," jelas Prabowo.
Ia bahkan mendorong mereka untuk ikut bergabung dengan kelompok yang menjarah kekayaan bangsa dan negara.
Prabowo mengaku dirinya berterima kasih dengan jajarannya yang masih mau berjuang bersama untuk rakyat. Apalagi, kata dia, masih banyak masyarakat yang tidak mempunyai rumah dan harus berjuang hanya untuk mencari makan sehari-hari.
"Percayalah Kebenaran akan menang. Percayalah kita di atas jalan yang benar kita tidak ragu-ragu. Biar mereka punya uang ratusan triliun mereka bayar buzzer, mereka bayar algoritma, mereka serang kita di sosmed mereka mau membiayai demonstrasi kita tidak gentar kita bersama rakyat kita siap mati untuk rakyat," pungkasnya.